Sejarah Kopi Dunia! Ngopi Lancar, Pengetahuan Jalan

Sumber Gambar: Membaca Sejarah Singkat Kopi - Alif.ID
Sumber Gambar: Membaca Sejarah Singkat Kopi - Alif.ID

Sejarah kopi | minuman popular ini (kopi) kini dianggap aktivitas yang menjadi ritual tersendiri bagi para pecintanya. Tak  jarang kita bisa jumpai, cara setiap orang untuk melakukan ritual ngopi tersebut. 

Namu pernahkah kita mencari tahu sejarah kopi sehingga masi popular sampai sekarang ini.? Kalau belum tahu, kami sarankan untuk melanjutkan membaca artikel ini. Yuk kita simak informasinya!

Profesor yang terhormat (Steven C. Topik) menjelaskan, kopi kini menjadi simbol atau tanda dibeberapa praktek kerohanian, perdebatan politik dan transaksi perdagangan (jual-beli).

Kopi tumbuh secara liar dan kerap dimanfaatkan kelompok orang untuk melangsungkan ritual komunal. Dan menjadi penunda lapar bagi orang dizaman dulu untuk mencari makan (berburu).

Sejarah kopi berasal dari Ethiopia. Dikutip dari Muslim Vilage, kopi menurut perkembangannya kini tersebar ke Benua Afrika. Sebagian kumpulan mulai melakukan kreasi meracik kopi tersebut. Mereka menggabungkan buah berry sehingga menjadi minuman yang punya ciri khas saat diminum.

Selain itu, ada juga yang mencampurkan kopi dengan mentega, menurutnya biar mereka gampang untuk mengunyahnya. Dizaman itu kopi berubah menjadi alat tukar dalam transaksi jual-beli (perdagangan). Di Negara Afrika Timur, Tanzania menjadikan kopi sebagai mata uang agar dapat melakukan transaksi jual-beli hewan peiharaan dan barang dagangan lainnya.

Sejarah Kopi di Dunia Islam

Singkatnya,! kopi mulai tersebar keseluruh belahan dunia, yang dimulai oleh para pedagang bangsa Arab. Yaman dalam kekaisaran Ottoman menjadikan kopi sebagai sumber kekayaan Negara dan menjadi komoditi berharga selama 250 tahun.  Selain itu para pemuka Agama, Sufi di Yaman sangat menyenangi kopi.

Laki-laki dan perempuan menjadikan kopi sebagai minuman untuk saling dibagi kesatu sama lain. Bahkan meminum itu dianggap sebagai cara pengobatan yang baik dan dipercaya dapat menciptakan ketenangan bagi orang yang mengkonsumsinya.

Dalam tulisan Steven C. Topik menjelaskan, kopi menjadi barang solutif manusia untuk tidak mendekati minuman yang bisa memabukkan (alkohol). Begitupun dengan malam bulan suci Ramadhan orang-orang muslim mengkonsumsi kahwa (kopi).

Sebagian pemikir religius (Agama) gundah atas keistimewaan obat yang ada dalam kopi. Dan kemudian dipercaya oleh interpretasi kitab Suci Islam yang mengisyaratkan pemanfaatan minuman yang mengandung kafein itu.

Selain itu hadirnya warung kopi dan peracikan kopi yang memerlukan kemampuan khusus. Menjadi kesempatan para penjual kopi mendirikan tempat meracik dan minum kopi tersebut (kedai kopi).

Karena kesadaran para pedagang saat itu tentang cara penjualan kopi yang tidak mesti menjual bean atau biji kopi. Mengharuskan para pedagang mendirikan warung kopi kemanapun mereka berdagang.

Namun, ketakutan dari pemimpin agama pada saat itu mulai muncul akan banyaknya kedai kopi yang dibuat oleh para pedagang tersebut. Karena dengan alasan orang akan jarang datang ke tempat Ibadah.

Sejarah Kopi di Eropa

Singkatnya,! sejarah kopi pada tahun seribu lima ratus masehi, kopi menjadi minuman tren di wilayah Jazirah Arab. Malahan muncul mitos masyarakat Arab, memuji Muhammad dan Malaikat Jibril sebab sudah membawa kopi ke Planet ini.

Tanpa mencampurkan bahan pemanis merupakan kebiasaan masyarakat Timur Tengah mengkonsumsi kopi. Kemudian ketika masyrakat Eropa juga minum kopi tersebut mereka hanya terkesan akan khasiat yang ada didalam kopi itu.

Steven C. Topik kembali menjelaskan, bahwa ada pergeseran dari sebelumnya, kini kopi menjadi minuman bagi orang yang berpendidikan tinggi dan kaum bermodal. Namun kekhawatiran akan adanya warung kopi untuk tempat minum dan kumpul menjadi ketakutan bagi pemimpin Eropa saat itu.

Ketakutan para penguasa Eropa menjadi kenyataan. Karena saat itu kedai kopi dijadikan sebagai tempat untuk membicarakan revolusi pada tahun 1789 di Prancis. Dan 1848 di Berlin, Budapest serta Venesia.

Perkembangan masyarakat di Eropa dan Amerika Serikat pecinta kopi menjamur ke buruh atau klas pekerja. Saat militer Revolusi Amerika mendapat bagian rum, malahan mereka menerima kopi.

Salah satu orang pejuang menyatakan, kalau ada kebanggaan untuk bekas prajurit untuk mendirikan suatu kepercayaan yang baru. Mereka akan mengangkat kopi sebagai Tuhan. [pattae.com]

Penulis: Irwan Jel*
Source: Rumah Zakat

Tiga Kepala Madrasah Pondok Pesantren DDI Al Ihsan Kanang Telah Dilantik