Sempat Kabur Saat Digrebek, DPO Kasus Korupsi 41 Milyar Serahkan Diri

Kasus Korupsi
Risman, Terpidana Kasus Korupsi Kredit Fiktif di Bank Pembangunan Daerah Serahkan diri ke Kejati Sulbar, Senin (21/12). Foto. Doc. Penkum Kejjati Sulbar

Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Provinsi Sulawesi Barat dalam mengejar terpidana kasus korupsi, kembali sukses menjalankan operasi Tangkap Buronan (Tabur) ke 12 kalinya pada, Senin 21/12/2020.

Kali ini, terpidana korupsi atas nama Risman alias Manne Bin Ambo Jiwa, diamankan pihak Kejati Sulbar setelah buron selama 10 tahun.   

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulbar Amiruddin melalui Press Rilis yang dikirim ke pattae.com menjelaskan, Risman sebelumnya sempat kabur, saat tim Tabur melakukan penggerebekan di rumah terpidana di kabupaten Pasangkayu.

“Pergerakan Terpidana sudah di pantau tim Tabur. Sebulan sebelumnya dilakukan penggerebekan di rumahnya, oleh Tim Tabur Kejati Sulbar atas perintah Kajati Sulbar Johny Manurung dan dipimpin langsung oleh Asintel Kejati Sulbar Irvan Samosir,” jelas Amiruddin dalam rilis tersebut yang dikirim pada, Senin (21/12)

Pada penggerebekan tersebut, lanjut Kasi Penkum Kejati Sulbar itu menjelaskan, ia (Risman) Berhasil meloloskan diri, hingga saudara Risman mengantarnya untuk menyerahkan diri pada 21 Desember 2020.

Terpidana tersebut, terbukti melakukan tindak pidana korupsi pada kasus pemberian pinjaman modal kerja Kredit fiktif pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Selatan Cabang Mamuju Utara dengan merugikan keuangan Negara sebesar Rp 41 Milyar.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 183 K/ Pid.Sus/2009 pada 07 Maret 2009. Risman divonis penjara selama 4 Tahun dengan denda sebesar Rp 200 Juta atau 3 bulan kurungan penjara.

Dari kasus yang menjeratnya, Risman juga harus membayar uang pengganti sebesar Rp 700 Juta atau 1 tahun kurungan penjara.

Penuntasan tunggakan buronan Kejati Sulbar, baik itu dari perkara Tindak Pidana Khusus (Pidsus) maupun Tindak Pidana Umum (Pidum) Amiruddin mengatakan, hal itu merupakan rekomendasi hasil Rapat Kerja Nasional Kejaksaan RI. Ditindak lanjuti Kejati Sulbar dengan terus melakukan Tabur (Tangkap Buronan).