Seorang Ayah di Polman Setubuhi Anaknya Sendiri Hingga Hamil

Seorang Ayah Hamili Anaknya
Gambar Ilustrasi

Polisi meringkus seorang ayah di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, lantaran tegah menyetubuhi anak akandungnya sendiri.

Hasil dari perbuatan bejatnya tersebut, membuat sang anak yang baru berusia 15 tahun mengandung anak bapaknya sendiri. Usia kandungannya sudah masuk usia 7 bulan.  

Pelaku berinisial A (57) kesehariannya bekerja sebagai petani kebun. Aksi menyetubuhi anak kandungnya sendiri berlangsung  sejak 2019 tanpa di ketahui istri pelaku (ibu Korban).   

Selama 4 tahun itu, pelaku dalam melakukan aksinya mengancam anaknya dengan parang agar melayani hasratnya.

Perlakuan pelaku mulai terungkap saat tetangga korban mencurigai jika korban sedang hamil, dengan melihat kondisi tubuhnya/perut korban membesar. Si tetangnga pun langsung menanyakan kepada ibu korban.

Setelah itu, ibu korban pun memeriksa anaknya, dan mendesak korban untuk berterus terang kepada ibunya. Korban pun membeberkan bahwa ia sedang hamil dan yang menghamilinya adalah ayahnya sendiri.

Tak terima perbuatan suaminya menghamili anaknya sendiri. Ibu korban lalu melaporkannya ke pihak Kepolisian. Tidak lama, polisi pun meringkus pelaku yang sedang berada di rumah kebunnya yang ada di Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan alat bukti serta bukti visum terhadap korban.

Saat ini korban sedang berada dalam perlindungan perempuan dan anak Polres Polman untuk mendapatkan perlindungan.

Kita mulai memulihkan perkembangan jiwanya dan kesehatannya, korban sekarang berada di rumah perlindungan anak polres Polman,” ungkap Kapolres Polman AKBP Agung Budi Leksono saat dikonfirmasi, Selasa (17/10/2023).

Sementara pelaku yang tak lain adalah Ayah korban, kini masih menjalani rangkaian pemeriksaan di Unit perlindungan anak dan perempuan Polres Polman.

Kapolres Polman mengatakan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti, dan telah melakukan pemeriksaan terhadap korban yang saat ini telah hamil tujuh bulan.

Pelaku dikenakan pasal 81 UU no 17 tahun 2016 tentang penetapan perpu no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU.[*]