Seorang Ibu Hanyut Saat Banjir di Tapango Belum di Temukan

Hanyut saat Banjir
Banjir di Wilayah Tapango, Polewali Mandar

Bentuk prihatin dan turut duka dari Pemerintah Kabupaten Polman atas kejadian yang menimpah 1 warga Desa Kalimbua yang hanyut dan sampai saat ini belum ditemukan lantaran terbawa arus sungai pada Sabtu (15/10/2022) kemarin.

Tim terpadu Pemkab Polman yang turun melakukan penanganan darurat lokasi bencana banjir dan longsor di Kecamatan Tapango. Mereka tak lupa menyambangi 1 keluarga yang masih dibalut kesedihan lantaran sosok ibu sekaligus istri dari Japar belum ditemukan sampai saat ini.

Selain bantuan logistik, Dinas Kesehatan yang bergabung dalam Tim Terpadu melakukan Pemeriksaan kesehatan kepada suami dan anak-anak dari Murni Wati (korban hanyut) yang sampai saat ini belum ditemukan tim pencarian.

Kepala Bidang Pelayanan Dinkes Polman Dr. Emy Purnama mengatakan suaminya ada luka gores dan lecet di tangan, kaki dan badan saat berusaha menolong istrinya yang terbawa arus namun tak tertolong dan belum ditemukan.

Lanjut, dr. Emy menyebutkan bahwa dari segi psikis mereka masih terguncang dan sedih atas kehilangan ibunya.

“Suaminya ada luka gores dan lecet di tangan, kaki dan badan karena berusaha menolong istrinya. untuk psikis masih terguncang dan sedih,” Ujar Kabid Pelayanan Dinkes Polman dr. Emy usai memeriksa semua keadaan dan kesehatannya di Desa Kalimbua, Minggu (16/10/2022).

“Sudah dicek kesehatannya semua tadi, trus suami korban sudah diberi obat juga dan anaknya diajak komunikasi diberi pemahaman agar tidak menjadi beban pikiran yang bisa merusak mentalnya,” tambahnya.

Selain itu, Mantan Plt Direktur RSUD Hajjah Andi Depu Polewali itu meminta Puskesmas Pelitakan buat posko kesehatan untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan warga.

“tetap saya minta Puskesmas Pelitakan buat posko kesehatan di sana untuk jaga-jaga ada masyarakat yang sakit pasca banjir dan memudahkan akses ke layanan kesehatan,” pintanya.

Hal serupa juga disampaikan Asisten I Pemerintahan dan Kesra Pemkab Polman Agusniah Hasan Sulur menyampaikan bahwa keluarganya semua diperiksa kesehatannya lalu di terapi untuk mengahadapi kondisi yang ada, dimana mereka harus siap menerima kenyataan.[*]