Sosialisasi dan Pendampingan Upaya Pencegahan Stunting di Wilayah Puskesmas Rangas

Sosialisasi dan Pendampingan Upaya Pencegahan Stunting di Wilayah Puskesmas Rangas tim pengabdian masyarakat dari Polteks Mamuju
Sosialisasi dan Pendampingan Upaya Pencegahan Stunting di Wilayah Puskesmas Rangas tim pengabdian masyarakat dari Polteks Mamuju

Stunting masih menjadi permasalahan di Sulawesi Barat. Berdasarkan Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 angka stunting di Sulawesi Barat berada di peringkat kedua dari bawah setelah NTT. Prevalensi Stunting mencapai 33,8% dari 1.419.229 penduduk.

Penyebab tingginya angka stunting di Sulewesi Barat sebagaian besar disebabkan adanya asupan gizi yang kurang. Akibat semuanya itu, merupakan kurangnya pengetahuan ibu hamil dan keluarga serta faktor ekonomi.

Selain itu angka pernikahan dini dan kemampuan keluarga merawat anak sakit juga memberikan andil yang cukup besar terhadap tingginya angka Stunting di Sulawesi Barat.

Berangkat dari itu, Tim Pengabdian masyarakat dari Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mamuju Rachmawati Rahim, S.Kep., Ns., M.Kep,  bersama  Irma Muslimin, M.Kes, melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada kader dan keluarga.

Pengabdian kepada Masyarakat atau PkM terkait persoalan Stunting tersebut dilaksanakan, di Wilayah Sese Selatan, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, mulai 28 Juli sampai Desember 2022.  

Tim Pengabdian masyarakat Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mamuju memulai kegiatan dengan melakukan sosialisasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat kepada Kader dan Masyarakat, Penyuluhan Kesehatan, Pendampingan Keluarga. Setelah itu melakukan evaluasi.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, Tim PkM Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mamuju berharap, Kader dan masyarakat di wilayah Sese Selatan, mampu melakukan upaya-upaya pencegahan kejadian Stunting. Mulai dari masa hamil hingga anak berusia 2 tahun dan angka pernikahan dini dapat ditekan.

Kegiatan tersebut terlaksana atas kerja sama Tim PkM dengan Puskesmas Rangas, Bidan, perawat kader. Warga Sese Selatan pun antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat.[rls]*