Sunat Beasiswa Mahasiswa PIP 1,7 Juta Diketahui Ketua LLDIKTI 9

Beasiswa Mahasiswa PIP
Mahasiswa STISIP dan STIKES Biges Saat menerima Buku rekening dari LLDIKTI IX

Geger, Mahasiswa STIKES dan STISIP Bina Generasi Polewali Mandar bongkar permintaan uang dari pihak kampus sebanyak Rp. 1,7 juta dari Beasiswa Mahasiswa PIP (Program Indonesia Pintar).

Hal tersebut mereka beberkan didepan Ketua LLDIKTI Wilayah IX Andi Lukman, saat Penyerahan Buku Tabungan Mahasiswa Penerima PIP Kuliah di STIKES dan STISIP Bina Generasi Polman di halaman kampus, Senin (28/11/2022).

Mahasiswa STIKES dari jurusan perawat Biges Polman mengaku dipanggil Bendahara Kampus untuk dimintai uang sebanyak Rp. 1,7 juta. Katanya uang itu sebagai ucapan terima kasih yang wajib di setor.

“Dipanggilnya itu secara bertahap 10 orang, 10 orang, tidak sekaligus. trus kita disuruh tanda tangan. Katanya tidak usah bilang-bilang kalau disuruh bayar 1,7 juta dan tidak usah tanyakan untuk apa uangnya,” ungkap Mahasiswa Biges Polman yang enggan disebutkan namanya.

Lanjut mereka menjelaskan Bantuan tersebut secara keseluruhan sebanyak Rp. 8,8 juta, kemudian Rp 4 Juta itu masuk ke rekening kampus. Sementara Rp 4,8 juta masuk ke rekening pribadi Mahasiswa untuk biaya hidup. 4,8 juta itulah yang diminta pihak kampus sebanyak Rp, 1,7 juta untuk di setor.

“Dana Rp. 4,8 juta ini masuk ke rekening tapi diminta oleh pihak Yayasan kemudian Mahasiswa membayar Rp 1,7 juta. Katanya untuk DIKTI dan untuk biaya pengurusan,” lanjutnya

Sementara untuk Mahasiswa Jurusan Kebidanan, mereka menyebutkan menerima bantuan PIP Rp 7,2 juta kemudian Rp 2,4 juta masuk ke kampus, Rp 4,8 juta ke rekening pribadi Mahasiswa, kemudian mereka dimintai uang lebih dari Rp 1,7 juta sementara mereka bingung karena sebagian uang yang mereka terima sudah terpakai untuk biaya hidup.

Tak hanya itu, banyak juga yang mengaku sudah menyetor uang tersebut dan meminta pihak kampus untuk mengembalikan. Karena pihak kampus tidak menjelaskan uang tersebut di peruntukkan untuk apa!! Yang diketahui Mahasiswa uang tersebut sebagai bentuk terima kasih atas bantuan yang diberikan ke LLDIKTI.

“Kita sebenarnya bingung bercampur rasa takut, bingungnya karena kita disuruh menyetor tapi nda ditau untuk apa itu uang. Takutnya karena kalau tidak disetor katanya kita tidak usah masuk kuliah, sementara uangnya sudah tidak cukup mi apa sudah mi dipake sebagian” Ujarnya.

“Kita sudah sampaikan keluhan kami ke LLDIKTI Wilayah IX yang hadir tadi hanya belum ada penjelasan apakah dana kami yang sudah disetorkan itu akan dikembalikan atau tidak,” ujar Mahasiswa STIKES yang ditemui di lokasi kampus usai pertemuan mahasiswa dengan pihak LLDIKTI.

Ketua LLDIKTI Wilayah IX Andi Lukman, yang mendengarkan langsung keluhan Mahasiswa mengatakan, pihaknya akan menurunkan tim audit untuk mencari tahu apakah benar dana itu dipotong dan untuk keperluan apa.

“Katanya ada dipotong untuk LLDIKTI itu untuk apa, saya yang memberi ngapain. Ini ratusan milyar yang saya salurkan. Itu tidak boleh sekali memotong haram hukumnya,” Tegas Kepala LLDIKTI Wilayah IX Andi Lukman.

Ia menegaskan LLDIKTI membantah adanya uang terima kasih ke DIKTI. Biaya yang dikeluarkan menggunakan dana perjalanan dinas.

Sementara itu, Ketua STIKES Biges Polman Lina mengatakan tidak tahu menahu terkait adanya hal tersebut dan baru mengetahuinya setelah Mahasiswa menyampaikan hari ini.

“Untuk hal itu saya tidak dapat berkomentar banyak karena yang lebih tahu itu bendahara langsung,” ujar Ketua STIKES Biges Polman Lina.

Kemudian untuk jumlah mahasiswa Biges yang menerima bantuan PIP tahun ini yakni STIKES 147 orang dan STISIP 60 orang.[*]