Tak Dapat Perhatian dari Pemerintah, Warga Bangun Jembatan Seadanya

Jembatan Ambruk
Jembatan Ambruk di jalan poros utama Kecamatan Matakali dan Tapango

Sudah berbulan-bulan putusnya Jembatan di jalan poros utama Kecamatan Matakali dan Tapango akibat diterjang banjir pada 16 Februari 2022 lalu. Hingga kini belum ada perbaikan.

“Awalnya jembatan ini rusak karena banjir tapi masih dapat dilewati, setelah banjir kedua jembatan ini betul-betul ambruk dan jalan ini terputus,” ungkap salah satu tokoh Pemuda yang enggan disebutkan namanya, Kamis (9/6/2022).  

Merasa lama menunggu adanya perbaikan jembatan oleh pihak Pemkab Polewali Mandar. Warga pun berinisiatif, berswadaya memperbaiki jembatan yang berlokasi di Dusun Cappego Desa Indumakkombong, Matakali tersebut.

“Jembatan ini sudah lama ambruk. Mestinya ada perhatian dari Pemerintah Daerah khususnya dinas PU atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Termasuk juga anggota DPRD yang berasal dari daerah ini. Seharusnya ini diurusi untuk kepentingan masyarakat, jangan nanti mau pemilu baru datang mengumbar janji,” kata pemuda tersebut.

Saat ini, warga setempat merakit jembatan dengan kayu agar dapat menyebrang. Sebab akses tersebut sangat dibutuhkan warga untuk beraktivitas.

Mengetahui hal itu, anggota DPRD Polman Lukman, mengaku telah melakukan upaya agar jembatan ambruk tersebut dapat segera ditangani pihak Bina Marga Dinas PU Polewali Mandar.

“Memang benar jalan itu terputus karena banjir dan saat ini hanya dapat dilewati kendaraan roda dua yang diswadaya oleh masyarakat. Secara pribadi saya telah berkoordinasi dan menyampaikan hal tersebut pada instansi berwenang dalam hal Bina Marga Dinas PU,” katanya.

Entah apa, perbaikan jembatan tersebut belum juga ada tindak lanjut. Namun, Lukman berjanji akan membawa keluhan warga ke DPRD untuk dibicarakan. Agar, perbaikan jembatan dapat dilakukan.

“Secara pribadi saya akan mendorong masalah ini untuk dibicarakan di DPRD dan berharap dapat menjadi sebuah kebijakan untuk dikoordinasikan kepada Pemerintah (dinas terkait) untuk diformulasikan dalam RKA perubahan dengan menggunakan alokasi belanja tidak terduga (BTT). Karena ini akibat bencana alam dan sifatnya mendesak untuk dikerjakan,” tambahnya.

Tanggapan Dinas PUPR Polman

Ditempat terpisah, Tenaga Fungsional Bina Marga Dinas PUPR Polman Ismet Sofyan, mengaku Jembatan Putus tersebut sudah pernah ditangani dengan membawa 2 mobil truk material tanah dan 1 truk batu untuk penanganan darurat. Namun karena hujan deras melanda beberapa hari ini, sehingga ambruk kembali.

“Sudah pernah ditangani, saya yang turun langsung itu hari bulan puasa jam 3 bawa 2 mobil timbunan 1 truk batu, tapi dengan adanya ini hujan turun terus beberapa hari ini ambruk kembali karena memang penanganannya kemarin darurat,” ungkap Ismet Via Telpon, Kamis (9/6).

Ismet menyebutkan jembatan putus tersebut baru masuk dalam perencanaan anggaran di perubahan anggaran nantinya. Karena hal itu menjadi skala prioritas tahun ini (2022).

“Sekarang jembatan itu baru mau dianggarkan karena tidak ada mata anggar nya mau dikerja, mudah-mudahan di perubahan anggaran nanti di anggarkan karena itu sudah masuk dalam prioritas karena darurat,” tegasnya.[*]