Tak Sesuai Ketetapan, Harga Gabah Dikeluhkan Petani di Polman

Harga Gabah Dikeluhkan
Gambar Ilustrasi. Bisnis.Tempo.com

Polemik harga gabah dikeluhkan petani menjelang panen raya di Kabupaten Polewali Mandar bergejolak karena tak sesuai ketetapan. Wakil Ketua II DPRD Polewali Mandar (Polman) Hamzah Syamsuddin kembali menerima Aspirasi Petani/Masyarakat diruang Aspirasi DPRD Polman, Senin (19/7/2021).

Adanya pembelian gabah yang dilakukan pengepul kepada Petani, tidak sesuai kesepakatan, para Petani pun kembali meminta kejelasan ke DPRD Polman.

Aspirasi mereka diterima Wakil Ketua II DPRD Polman Hamzah Syamsuddin yang juga selaku Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Polman dalam rapat dengar pendapat (RDP).

Hamzah dalam RDP tersebut mengatakan telah mendengarkan keluhan para petani dan masalah ini ia akan diskusikan dengan komisi II dan Ketua DPRD Polman Jupri Mahmud untuk segera di RDP kan.

“Saya komunikasikan dulu dengan Ketua Komisi II kapan kira-kira ada waktunya dengan pak Ketua (Ketua DPRD Polman) yang jelas dalam waktu dekat ini setelah lebaran kita RDP kan,” Ucap Hamzah.

Mengutip Aspirasi yang disampaikan Petani asal Mapilli, harga gabah saat ini Rp 4.300 dengan potongan 10 kilo. Menurut Ketua Perpadi itu menyalahi hasil kesepakatan. Dari dasar itulah ada keresahan Petani sehingga, mereka datang meminta kejelasan.

“Harga 4.300 potongan diatas 10 kilo kan menyalahi!! Dari dasar itulah ada keresahan-keresahan ini teman-teman dari Mapilli dan Labasang untuk mengangkat ini,” terangnya.

Sementara itu, perwakilan petani Kecamatan Mapilli Andi Mappangara menjelaskan maksud kedatangannya bersama petani lainnya di DPRD. Ia bersama petani lainnya, meminta kejelasan hasil kesepakatan beberapa bulan lalu.

“Kami dari Petani Kecamatan Mapilli meminta kejelasan mengenai harga,” jelas Andi Mappangara.

lanjutnya menegaskan, dari hasil kesepakatan bersama petani, pengepul, dan pengusaha, tidak sesuai di lapangan saat ini. menurutnya, banyak oknum pengepul yang tidak mematuhi kesepakatan saat membeli gabah di lapangan.

” Inilah yang perlu kita pertanyakan kenapa bisa sampai kesepakatan ini tidak dilaksanakan, karena kita berharap kesepakatan yang sudah disepakati bersama yang dimediasi DPRD saat itu tetap dijalankan di lapangan,” Tegasnya.(*)