Tanggap Bencana, PMI Polewali Mandar Gelar Pelatihan SIBAT

Pelatihan Siaga Bencana PMI Polewali Mandar
Pelatihan Siaga Bencana PMI Polewali Mandar

Polewali | Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Polewali Mandar gelar pelatihan tanggap Siaga Bencana Berbasis Masyarakat atau SIBAT. Kegiatan itu diselenggarakan di lapangan Lingkungan Jambu Tua, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Tanggal 29 November s/d 03 Desember 2019.

Pelatihan yang diikuti 69 Desa dan 12 Kelurahan Se-kabupaten Polewali Mandar itu, memberikan pelajaran tentang kesiap siagaan masyarakat dalam menanggulangi bencana. Pada pelaksanaan SIBAT, juga dirangkaikan dengan Peringatan HIV AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember 2019.

Peserta SIBAT diambil dari berbagai unsur, diantaranya Kader Posyandu/Bidan Desa/Polindes, PKK dan Karang Taruna. Yang mendaftarkan diri dengan membawa, Surat Tugas dari Desa/Kelurahan disertai foto 3X4 sebanyak 2 lembar latar merah masing-masing peserta.

Kontributor pattae.com sedang wawancara pelaksana kegiatan pelatihan

“Kegiatan SIBAT itu adalah kegiatan PMI yang mendidik masyarakat untuk menjadi relawan yang bisa tanggap terhadap bencana yang ada di lingkungannya”. Ungkap Supardi, Wakil ketua bidang PMR dan Relawan PMI Polman.

“Harapan kami, Setiap peserta ini menguasai materi yang telah diajarkan dan pada akhirnya nanti kalau terjadi sesuatu di daerahnya, mereka mampu untuk menjadi pelaku dan mengajak kepada masyarakat untuk tanggap terhadap bencana baik sebelum maupun sesudah bencana”. Lanjutnya

Dalam Kegiatan pelatihan tersebut, para Peserta tidak hanya di fokuskan pada Materi, akan tetapi mereka juga diberi kegiatan Praktek Simulasi Bencana. Praktek yang dilakukan berupa cara membuat tandu, simulasi penanganan sigap bagi korban bencana, dan lain sebagainya.

“Kami sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini, karena begitu banyak ilmu yang didapatkan. Selain Materi, Kami juga praktek Simulasi Bencana.” Ungkap Erna,Peserta Pelatihan

Selain itu, ia juga mengeluhkan tentang fasilitas toilet yang kurang memadai dalam pelaksanaan pelatihan. ia mengaku harus mencari lokasi yang jaraknya jauh untuk sekedar membuang air besar.

Namun sedikit kekurangannya, Tidak adanya toilet di Lokasi. Yang ada hanya beberapa kamar kecil, yang dijadikan tempat mandi dan buang air kecil. Kalau mau buang air besar, kami harus ke Toilet Masjid yang jaraknya sekitar 300 meter dari lokasi.“ Lanjutnya

Dilain sisi, Hania (35), Salah satu Pedagang yang ada di Sekitar tempat Pelatihan, Malah bersyukur dengan adanya kegiatan itu. Dia mengatakan sedikit menambah penghasilan dari berdagang di area dilaksanakannya pelatihan tersebut.

Kegiatan SIBAT pada upacara Pembukaan, dihadiri Wakil Bupati Polewali Mandar, Ketua PMI Polewali Mandar, Camat, Kepala Desa, PMR dan berbagai pihak terkait lainnya.

Terdapat hal Menarik dalam pelaksanaan pelatihan itu, dimana para Binaan Lapas Polewali Mandar juga ikut andil dalam kegiatan itu. Mereka membuat drama teatrikal tentang HIV AIDS. Pesan yang ingin mereka sampaikan dalam teatrikal tersebut adalah tentang semangat melawan virus HIV AIDS dengan didukung orang terdekat dan masyarakat pada umumnya.[pattae.com]

Kontributor: Nurhaidah*
Editor: Bustamin TaTo*

Klarifikasi: Alasan KKPMB tidak Langsung Bereaksi Pasca Kebakaran