Tim Sidak Temukan Alat Timbangan Gabah yang Tidak Sesuai

Timbangan Gabah
Tim Pengawas, Pemantau Pembelian Gabah dan Beras memeriksa timbangan salah satu pedangang di Polewali Mandar

Saat musim panen padi tiba, tentu ditunggu-tunggu para petani untuk mendapatkan keuntungan lebih dari hasil jual beli gabah miliknya. Namun dibalik harapan tersebut, ada saja pedangan yang memanfaatkan moment. Mulai permainan harga hingga manipulasi alat Timbangan gabah.  

Manipulasi alat timbangan gabah seakan menjadi hal biasa, saat musim panen tiba. Seperti yang terjadi di daerah Polewali Mandar, Selasa (17/2/2021).  

Sejumlah daerah di Polewali Mandar memasuki musim panen gabah. Demikian itu, Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Bersama Dinas Pertanian, Dinas Perindagkop, TNI-Polri, Satpol-PP dan KTNA. Membentuk Tim Koordinasi Pemantauan, Pengawasan, Pembelian dan Penimbangan Gabah dan Beras di Polewali Mandar.

Tim Satgas tersebut, menemukan adanya dugaan memanipulasi alat timbangan di Daerah Silopo. Desa Mirring, Kecamatan Binuang, saat melakukan Inspeksi Mendadak atau Sidak, Selasa (17/2).

Bidang Pengawasan Perdagangan dan Kemetrologian melaksanakan kegiatan Tera Ulang, Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) Dinas Perdagangan Polewali Mandar yang merupakan Tim Sidak menemukan adanya manipulasi di alat timbangan gabah yang dipergunakan salah satu pedangang di daerah tersebut.

Menurutnya, salah satu pedagang gabah tersebut memanipulasi dengan menyetel alat timbangan gabah tersebut yang tidak dimulai dari angka Nol.

“Sebenarnya salah begini pak, rugi sekali ini petani kalau begini,” ucap tim Sidak dari Dinas Perindagkop Polewali Mandar.

Pedagang gabah tersebut pun memberikan alasannya. Kata dia, alat timbangan miliknya tidak dimulai dari angka Nol dengan alasan. Agar petani tidak kaget dengan potongan harga yang diberikan.

Setelah alat timbangan di normalkan kembali ke angka Nol. Lalu penimbangan pun kembali dilakukan dengan hasil yang berbeda.

Dengan kejadian tersebut, Pua Rina, salah petani yang mengalami hal tersebut. Berterimakasih kepada Tim Sidak karena telah turun mengawasi dan melindungi para petani.

Ketua DPC Perpadi Polman Hamzah Syamsuddin mengatakan. Dengan turunnya Tim Koordinasi yang telah dibentuk Pemerintah, menjadi Soft Terapi bagi para tengkulak yang sering memainkan harga dan timbangan sehingga merugikan para petani.