Tumpukan Sampah Penuhi Badan Sungai Dusun 5 Puccero Dikeluhkan Masyarakat

Terlihat Tumpukan Sampah Rumput menhalagi debit air (1)
Terlihat Tumpukan Sampah Rumput menhalagi debit air

Wonomulyo | Setelah pemerintah Desa dan masyarakat, ber-gotong royong membersihkan sungai. Tumpukan sampah kembali terjadi di bantaran sungai Jembatan Putih Dusun Lima Puccero, Desa Tumpiling, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar, Sulbar Minggu 12/1/2020.

Penampakan sampah menurut warga sekitar. Tergolong parah dari sebelumnya karena hamparan sampah mencapai puluhan meter dengan lapisan ketinggian 1 sampai 2 Meter.

Hal ini disebabkan adanya talang air yang menggunakan tiang penyangga yang menghubungkan irigasi sawah. Sehingga, sampah tersangkut di tiang beton dan menumpuk. Selain itu, sampah yang ter-tumpuk tersebut juga mengeluarkan bau menyengat.

“Penyebab penumpukan sampah, karena ada tiang ditengah sungai jadi tersangkut itu sampah di tiang.  Setiap kali musim hujan, selalu ada penumpukan sampah yang mengeluarkan bau busuk”. kata Salama.

Terlihat dari pantauan, bermacam jenis sampah menggunung jadi satu di bawah jembatan. Mulai dari tumbuhan air, batang pisang, ranting bambu, kayu, botol plastik, serta limbah rumah tangga. Sampah-sampah tersebut, selain berserakan, ada juga dalam karung.

Tumpukan sampah yang memenuhi badan sungai itu, mengakibatkan air tidak mengalir dengan lancar. Terlihat perbedaan air di hulu lebih tinggi daripada air di hilir sehingga, merembes masuk ke lahan pertanian dan menenggelamkan sebagian sawah milik petani melalui celah-celah saluran. 

Warga berharap ada penanganan dari dinas terkait untuk me-renovasi talang air tersebut dengan mengosongkan tiang tengah. Masyarakat khawatir dengan adanya tumpukan sampah, menimbulkan bibit penyakit. Mereka juga khawatir pertahanan air (tanggul) jebol karena tak mampu menampung debit air apabila intensitas curah hujan lebat meningkat.

Di kutip dari akun resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, wilayah Provinsi Sulbar, termasuk Polman. Masih berpotensi hujan selama beberapa hari kedepan dengan intensitas curah hujan sedang dan lebat.

“Kami khawatir tanggul air jebol  kalau hujan deras apalagi di tepi drainase sudah mulai ada  terkikis air. Dan yang terpenting juga bagaimana agar ada penanganan-penanganan sampah tersebut supaya tidak ada lagi sampah menumpuk. Ujar Salama.

Tumpukan Sampah di Sungai Jembatan putih Tumpiling yang menghambat aliran air

Abd Rahman Sakka selaku kepala Desa Tumpiling pun membenarkan hal demikian dan telah mengecek tumpukan sampah yang ada di keluhkan warganya tersebut.

“Saya tadi sudah dari sana melihatnya” ujarnya.

Abd Rahman Sakka mengklaim bahwa besaran sampah yang ada di sungai tersebut bukan dari warga Puccero, melainkan sampah kiriman dari Desa lain yang ada di Kecamatan Wonomulyo dan sekitarnya. 

“Mungkin besok (12/01) kami dan masyarakat turun lagi untuk membersihkan dan menyemprot rumputnya” ungkapnya.

Dirinya juga berharap agar masyarakat diseluruh desa yang ada dikecamatan wonomulyo agar tidak membuang sampah disungai karna seyokyanya sungai bukanlah tempat sampah.

Untuk penanganan sampah di desa Tumpiling, Abd Rahman Sakka mengungkapkan, dirinya telah melakukan pertemuan dengan pihak pemerintah daerah Polewali Mandar serta Lurah untuk pengadaan armada pengangkut sampah.

“Cuman yang menjadi kendala itu tempat pembuangan sampahnya (TPS) tidak ada. Adaji satu tapi, jauh di Amola (kecamatan Binuang) tapi kami bersama pak Sekda akan mengusahakan-nya”. ungkap kepala Desa Tumpiling kepada kontributor pattae.com (12/01). .

Dirinya juga berharap kepada masyarakat agar proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan agar tumpukan sampah tidak kembali terjadi.[Bang-Dusi]*

Alat Kedai Kopi yang anda harus miliki untuk memualai bisnis kopi
8 Alat Dasar untuk Memulai Bisnis Kedai Kopi Sederhana