Warga dan Mahasiswa Lakukan Aksi Blokade Inginkan TPA Paku Ditutup

Aksi Blokade
Mahasiswa dan Warga Paku Blokade jalur masuk Tempat Pembuangan Sampah di Paku, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar. Senin (31/5)

Warga bersama Mahasiswa melakukan aksi blokade jalur masuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di jalan Pekkabata Paku. Seluruh armada / kendaraan yang akan masuk ke TPA membawa sampah pun dihentikan. Senin 31/5/2021.

Aksi yang dilakukan tersebut, merupakan sikap warga terhadap pengelola TPA Paku. Warga menganggap, 10 tahun sudah TPA Paku beroperasi, hanya memberikan berdampak buruk bagi masyarakat, khususnya warga Dusun Passube Desa Paku Kecamatan Binuang.

Menurut penuturan warga sekitar, 2 tahun terakhir ini hanya menikmati udara tak sedap akibat sampah.

Tak hanya warga Dusun Passube yang terkena dampak limbah sampah. Para Petani yang berdekatan dengan lokasi TPA juga terkena dampak imbas dari limbah TPA tersebut.

Lebih lanjut, warga menjelaskan, pada awalnya pemerintah menjanjikan akan memproduksi pupuk kompos dari pengelolaan TPA untuk pertanian atau perkebunan. Namun pada kenyataannya, pupuk kompos tersebut menurutnya, tidak ada sama sekali. Masyarakat pun menganggap pihak pemerintah telah ingkar.

“Dari tahun 2011 TPA Paku, pihak pemerintah mengatakan sampah yang dimasukkan dalam TPA akan di kelolah menjadi kompos(pupuk). Namun sampai saat ini, itu hanya sekedar janji dan tidak ditindaklanjuti apa yang menjadi perkataan dinas lingkungan hidup,” ungkap Jafar dalam orasinya

“Pemerintah mengkhianati kita pemerintah telah mengkhianati kita,” tegas Jafar. 

Ia juga mengungkapkan adanya temuan di lapangan, terkait tingkat pencemaran polusi udara mencapai 2 KM. Air tanah berwarna, berbau dan berminyak yang dihasilkan sampah.

Tak sampai disitu, masyarakat juga mengaku mengalami gatal-gatal setelah turun sawah, kembung dan mual akibat bau dari kandungan gas methan yang dihasilkan tumpukan sampah.

“Bayangkan pada saat kita menghirup balsem!! Karna itu, dari masyarakat bersama dengan Mahasiswa membulatkan suara bahwa perlawanan terus dilakukan secara Masif. Sampai kemudian TPA yang ada di Paku ditutup,” terang Jafar saat orasi.

Dari kondisi tersebut, warga meminta pemerintah Polewali Mandar untuk menutup TPA di wilayah Desa Paku Perlawan.

Sementara itu, Kepala Dusun Passube mengutip pihak DLHK mengatakan akan terus memperbaiki. Namun sampai saat ini belum terealisasi.

Aksi blokade akses masuk TPA menurut penuturan warga, akan terus dilakukan hingga TPA Paku yang menampung sampah se Polewali Mandar di tutup.(*)