Wujudkan Ekonom Rabbani, SIAMASEI IAI DDI Polman Gelar DES

Wujudkan Ekonom Rabbani, SIAMASEI IAI DDI Polman Gelar DES
Wujudkan Ekonom Rabbani, SIAMASEI IAI DDI Polman Gelar DES

Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) SIAMASEI IAI DDI Polman menyelenggarakan Diklat Ekonomi Islam atau DES, sebagai langkah wujudkan Ekonom Rabbani. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kampus IAI DDI Polman, Sabtu 13 April 2019.

Kegiatan Diklat Ekonomi Syariah (DES) ini  merupakan kali pertama dilaksanakan bertujuan melahirkan para cendekiawan yang dapat membumikan ekonomi Islam.

Dengan mengusung tema “Membangun Mental Ekonomi Rabbani untuk Masa Depan yang Berjiwa Ukhuwah, Dakwah, dan Ilmiah”. Sukses terlaksana dengan menghadirkan 50 peserta dari berbagai kampus yang ada di Sulbar seperti STAIN Majene, dan Unasman.

Mesrawati Rifai, selaku dewan Pembina KSEI SIAMASEI IAI DDI Polman berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk melahirkan kader ekonom Rabbani yang dapat membumikan ekonomi islam kedepan.

 “Inilah awal dari KSEI untuk mengembangkan kegiatan selanjutnya lebih baik lagi yang membuat ekonomi islam di Sulbar”. Tuturnya

Diklat Ekonomi Syariah yang berlangsung selama 2 hari tersebut terdapat 4 materi yang disampaikan. Salah satunya menyangkut ekonomi Islam.

Wakil Rektor III (tiga) IAI DDI Polman mengapresiasi kegiatan DES tersebut. Dia mengatakan, konsep ekonomi islam sudah seharusnya dikuasai para mahasiswa.

 “kami selaku pimpinan mengapresiasi kegiatan kelompok studi ekonomi islam karena kegiatannya bisa memberikan manfaat yang besar kepada mahasiswa. Karena, konsep-konsep tentang ekonomi islam itu harus dimiliki mahasiswa”. Ungkapnya saat memberikan sambutan pada pembukaan DES di Aula IAI DDI Polman (13/4).

Selain itu, Warek III yang membidangi kemahasiswaan di lingkungan IAI DDI Polman juga mengatakan, diklat tersebut menjadi modal bagi mahasiswa KSEI dimasa mendatang.

“Diklat yang dilakukan oleh KSEI ini mendatangkan manfaat yang besar dalam mengembangkan kehidupan mereka di masa yang akan datang.” Lanjutnya

Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) bukanlah satu-satunya tujuan untuk mencari pekerjaan saat selesai kuliah, tambah Arsyad (Warek III). Namu, harus juga bisa mengembangkan diri sendiri melalui diklat tersebut.

“Karena yang namanya sarjana itu kan tidak selamanya harus jadi PNS. Makanya, mereka di diklat untuk di bekali dengan ilmu-ilmu ekonomi. Jadi saya sangat mengapresiasi.” Jelasnya. (pattae.com)*


Penulis: Ramlah*

Proses pemilihan Calon kepala desa di 21 desa di Kabupaten Pasangkayu Sulawesi Barat
21 Desa di Pasangkayu Sukses Laksanakan Pilkades Serentak