Yayasan BIC Polman Gelar Dialog Kebangsaan Tentang Islam dan Indonesia

Dialog Kebangsaan
Foto saat Dialog Kebangsaan berlangsung di Warkop NR Polewali Mandar pada malam 17 Agustus

PaTTaE.com – POLMAN | Dialog kebangsaan yang di laksanakan Yayasan Bina Insan Cendekia (BIC) Polewali Mandar di warkop NR, Senin 17/8/2020 malam hari menyambut 75 tahun kemerdekaan Indonesia.

Kegiatan yang gusung dengan tema “membangun kepemimpinan dan narasi islam indonesia” di buka secara umum dan di lakukan secara daring menggunakan aplikasi zoom dan luring di warkop NR Jl Budi Utomo Pekkabata Polewali Mandar.

Erdiansyah selaku ketua Yayasan Bina Insan Cendekia Polewali Mandar mengatakan kegitan tersebut bertujuan untuk menyatukan visi dan ide di tegah keberagaman pandangan tentang islam.

“Menyatukan visi menyatukan ide narasi islam kedepannya bahwa islam itu satu,” tuturnya

Lanjutnya berharap dengan kegiatan tersebut, dapat melahirkan ide-ide baru tentang kepemimpinan, narasi islam dan indonesia yang berkemajuan.

“Semoga bisa Melahirkan ide- ide baru tentang kepemimpinan,narasi islam indonesia dan bisa menjadikan indonesia ini lebih berkemajuan,” lanjutnya berharap

Setelah di awali dengan sambutan ketua Yayasan BIC, kemudian dilanjutkan pemaparan masing-masing narasumber.

Para narasumber tersebut, hadir Mustari Mula selaku ketua dewan pembina Yayasan BIC Polman dengan pembahasan membangun jiwa kepemimpinan dan kolaborasi.

Narasumber lain, Aco Musaddad selaku Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemda Polman. Membahas  narasi islam Indonesia.

Selain itu, K.H Zaenal Abidin dari Yayasan As’ Adiyah Polman membahas menang merah islam, Pancasila, dan Dfemokrasi. sebagai pemantik dialog kebangsaan.

Setelah pemaparan masing-masing narasumber, dilanjut dengan sesi diskusi yang di moderatori langsung Mawardi selaku Sekretaris DPD KNPI Polman.

Dalam dialog kebangsaan tersebut, mengundang antusias pemuda hadil dalam kegiatan itu.  

Salah satu peserta dialog Rahmat Faisal mendukung kegiatan tersebut dan berharap dialog kebangsaan yang banyak membahas tentang islam dan Indonesia, bisa berkelanjutan.

“Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat Bahkan kajian atau pembahasan tentang Islam harus banyak diadakan. Khususnya bagi para pemuda, agar mereka lebih memahami tentang islam itu sendiri. Saya sangat mendukung bila kajian atau pembahasan tentang hal ini, dapat selalu dilakukan,”  ungkapnya.[*]