Mapala Reinkarnasi Turun Serta...

Sulawesi Selatan Tim Rescue Mapala Reinkarnasi Sulbar diterjunkan untuk membantu proses evakuasi korban pesawat...

Sertijab Sekwan DPRD Polman,...

Polewali Mandar Tongkat estafet kepemimpinan di Sekretariat DPRD Kabupaten Polewali Mandar resmi berpindah tangan....

Pengawasan Dipertanyakan, DPRD Polman...

Polewali Mandar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar berencana mengambil alih pengawasan...

KKN Multitematik PUMD UNASMAN...

Polewali Mandar Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Multitematik Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) menggelar...
HomeTravelingBudayaSeni Budaya “Silanja”...

Seni Budaya “Silanja” Etnis Pattae Tempo Dulu

Indonesia memiliki keberagaman etnis dengan seni budaya yang berbeda-beda. Hal itu bisa kita lihat dari cara hidup masyarakatnya, adat istiadat, bahasa, serta bentuk-bentuk seni yang dimilikinya. Etnis Pattae yang mendiami pulau Sulawesi bagian barat salah satunya.

Pada masyarakat Pattae terdapat seni budaya rakyat yang unik. Jika di Flores ada hiburan rakyat yang terlihat keras bertarung dengan Cambuk dan Perisai yang disebut  tarian “Caci”. Pada Masyarakat Pattae’ ada juga bentuk permainan yang keras dan menggunakan ketahanan fisik yang disebut Silanja atau Sisempaq.

Pengertian Silanja / Sisempa’

Seni budaya Silanja etnis Pattae dapat diartikan saling menyodok dengan cara menendang kaki lawan layaknya free kick dalam permainan sepakbola. Silanja atau sisempaq juga merupakan bentuk hiburan rakyat masa lampau yang terbilang keras, namun menghibur.

Hiburan ini terbilang keras karena saling menendang kaki lawan main dengan penuh kekuatan. Barang siapa yang bertahan dalam permainan ini, maka ia lah sang juaranya.

Pertunjukan Silanja/Sisempa’ biasanya didapat pada saat-saat tertentu seperti acara Pernikahan, Aqikah, dan waktu luang lainnya. itu pun jika ada salah satu penantang yang ingin bermain. Umumnya, permainan ini dilakukan oleh kaum laki-laki yang tentu memiliki kekuatan kaki serta keberanian yang memadai.

Jika anda ingin mencoba melakukan permainan ini, disarankan untuk mengecek kekuatan kaki anda terlebih dahulu agar terhindar dari hal-hal yang tidak di inginkan.

Cara Pelaksanaan Silanja / Sisempaq

Memperagakan seni budaya Silanja Pattae, dibutuhkan 2 sampai 3 orang lebih, dan tentu memiliki kekuatan kaki yang mempuni tentunya. masing-masing penantang menggunakan sistem gilir (sippaendeq) tuk memasang kaki sebagai sasaran di Lanja (disodok/ditendang) sampai salah satunya menyatakan diri KO.

Sebelum itu, para penantang melakukan kesepakatan terlebih dahulu menendang. Cara yang dilakukan para petarung dalam permainan ini, yaitu dengan mengambil ancang-ancang layaknya penendang bebas (free kick) pada permainan sepakbola. lalu kemudian menendang kaki lawan, hal ini terus diulang sampai salah satu pemain Sisempa’ / Silanja menyerah.

Pelesetarian Seni Budaya Sisempa’ / Silanja

Seni budaya khas masyarakat tempo dulu etnis Pattae, kini sudah jarang terlihat dan dipertunjukkan, bahkan tak ada lagi kita jumpai diacara-acara adat.

Permainan Silanja mulai ditinggalkan seiring Perkembangan zaman, dan munculnya berbagai macam bentuk permainan baru yang lebih modern baik permainan online (internet) maupun permainan dengan menggunakan teknologi canggih sebagai salah satu penyebabnya.

Begitulah kira-kira bentuk seni budaya khas masyarakat suku Pattae yang kini sudah tidak dilestarikan lagi. mungkin karena permainan ini sangat keras, sehingga tidak dilanjutkan ke generasi selanjutnya, biarlah orang-orang terdahulu saja yang merasakan permainan itu, begitu kira-kira ungkapannya, hehehe….!

Sebagai bagian etnis pattae, Saya berharap, permainan khas seperti ini dapat di pertunjukkan kembali sebagai bentuk pelestarian seni budaya Nusantara.[adv]

Get notified whenever we post something new!

spot_img

Kirim Tulisan Anda

Bagi anda yang ingin tulisan nya dipublis di laman pattae.com, silahkan kirim ->

Continue reading

Mapala Reinkarnasi Turun Serta dalam misi penyelamatan Korban Pesawat ATR 42-500 di Wilayah Pegunungan Bulusaraung

Sulawesi Selatan Tim Rescue Mapala Reinkarnasi Sulbar diterjunkan untuk membantu proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulbar, pada . Sebanyak 3 orang perwakilan dari Mapala Reinkarnasi Sulbar diantaranya Sihabudddin (Ketua Tim),...

Dari Polewali Mandar ke Nasional: Film Desa “PEOPLE” Catat Sejarah Baru

Polewali Mandar Desa Kuajang Lemo menorehkan pencapaian nasional melalui film pendek berjudul “PEOPLE”, yang resmi ditetapkan sebagai salah satu dari lima finalis Festival Film Desa Tahun 2025. Desa yang berada di Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat ini...

Rehab Jembatan Gantung di Lenggo Hampir Rampung, Akses Warga Segera Pulih

Polewali Mandar Rehabilitasi jembatan gantung sepanjang 60 meter di Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kini memasuki tahap akhir. Proyek karya bakti yang melibatkan prajurit Kodim 1402/Polman bersama masyarakat ini merupakan tindak lanjut arahan Danrem 142/Tatag, Brigjen...

Enjoy exclusive access to all of our content

Get an online subscription and you can unlock any article you come across.