Mapala Reinkarnasi Turun Serta...

Sulawesi Selatan Tim Rescue Mapala Reinkarnasi Sulbar diterjunkan untuk membantu proses evakuasi korban pesawat...

Sertijab Sekwan DPRD Polman,...

Polewali Mandar Tongkat estafet kepemimpinan di Sekretariat DPRD Kabupaten Polewali Mandar resmi berpindah tangan....

Pengawasan Dipertanyakan, DPRD Polman...

Polewali Mandar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar berencana mengambil alih pengawasan...

KKN Multitematik PUMD UNASMAN...

Polewali Mandar Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Multitematik Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) menggelar...
HomeBreaking NewsKericuhan Warnai Pemagaran...

Kericuhan Warnai Pemagaran Lahan di Pasar Sentral Polewali

Polewali Mandar

Suasana tegang mewarnai kawasan Pasar Sentral Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Kamis (30/10/2025).

Dari pantauan di lapangan, sedikitnya empat truk pengangkut material berupa seng dan balok kayu tiba di lokasi untuk memasang pagar pembatas.

Aksi tersebut langsung memancing reaksi dari Musdalipa, ahli waris almarhum Baco Commo, yang menilai langkah itu dilakukan secara sepihak.

Situasi sempat memanas ketika Musdalipa bersama sejumlah warga dan pedagang menolak pemagaran. Adu mulut dan aksi saling dorong antara dua kubu tak terhindarkan sebelum akhirnya dapat diredam aparat kepolisian yang berjaga di lokasi.

“Kita ini negara hukum. Saya ini pemenang eksekusi, seharusnya saya dilindungi, bukan malah diperlakukan seperti ini,” ujar Musdalipa di lokasi kejadian.

Musdalipa mengaku kecewa dengan tindakan pemagaran yang dinilainya tidak menghormati proses hukum yang telah berkekuatan tetap. Ia menyebut, lahan tersebut telah menjadi hak keluarganya berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Polewali tahun 2007 yang telah berkekuatan hukum tetap hingga tingkat Mahkamah Agung.

Menurut Musdalipa, sebelumnya telah dilakukan mediasi yang dihadiri oleh pihak Pertanahan, Ketua Pengadilan, Wakil Bupati, serta perwakilan Hj. Sumrah. Dalam pertemuan tersebut, Ketua Pengadilan disebut menegaskan bahwa perkara itu sepenuhnya merupakan ranah pengadilan, bukan kepolisian.

Namun, tak lama setelah mediasi, pihaknya dikejutkan oleh adanya pemagaran di lokasi yang telah dieksekusi. Ia menyebut, tindakan tersebut menimbulkan keresahan bagi para pedagang yang selama ini berjualan di area tersebut.

“Ada banyak kios yang terdampak. Pedagang bingung karena tempat jualannya tiba-tiba dipagari,” ujarnya.

Musdalipa berharap aparat penegak hukum bersikap tegas dalam menegakkan aturan dan melindungi hak masyarakat kecil. Ia juga menyinggung imbauan Kapolres Polewali Mandar sebelumnya agar tidak ada tindakan anarkis di lokasi sengketa.

“Saya sangat kecewa karena imbauan itu tidak dijalankan. Kami hanya minta perlindungan dan keadilan,” katanya.

Sementara itu, kuasa hukum pihak Hj. Sumrah, Reski, menegaskan bahwa langkah pemagaran dilakukan atas dasar hukum yang jelas. Ia menyebut, lahan yang disengketakan memiliki alas hak yang sah dan proses hukum sebelumnya tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Sudah kami laporkan ke berbagai instansi, tapi tidak ada tindak lanjut. Ini satu-satunya langkah yang bisa kami ambil,” ujar Reski.

Reski menyebut, lahan yang kini dipagar seluas sekitar 6.800 meter persegi dan tidak mencakup seluruh area. Ia memastikan pihaknya akan menempuh jalur hukum terkait dugaan pelanggaran yang terjadi di lokasi.

“Kapolres sudah menyatakan bersikap netral. Siapa pun yang melakukan tindak pidana, akan ditindak. Karena itu, kami juga akan melaporkan hal ini secara resmi,” pungkasnya.[slf]

Get notified whenever we post something new!

spot_img

Kirim Tulisan Anda

Bagi anda yang ingin tulisan nya dipublis di laman pattae.com, silahkan kirim ->

Continue reading

Mapala Reinkarnasi Turun Serta dalam misi penyelamatan Korban Pesawat ATR 42-500 di Wilayah Pegunungan Bulusaraung

Sulawesi Selatan Tim Rescue Mapala Reinkarnasi Sulbar diterjunkan untuk membantu proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulbar, pada . Sebanyak 3 orang perwakilan dari Mapala Reinkarnasi Sulbar diantaranya Sihabudddin (Ketua Tim),...

Dari Polewali Mandar ke Nasional: Film Desa “PEOPLE” Catat Sejarah Baru

Polewali Mandar Desa Kuajang Lemo menorehkan pencapaian nasional melalui film pendek berjudul “PEOPLE”, yang resmi ditetapkan sebagai salah satu dari lima finalis Festival Film Desa Tahun 2025. Desa yang berada di Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat ini...

Rehab Jembatan Gantung di Lenggo Hampir Rampung, Akses Warga Segera Pulih

Polewali Mandar Rehabilitasi jembatan gantung sepanjang 60 meter di Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kini memasuki tahap akhir. Proyek karya bakti yang melibatkan prajurit Kodim 1402/Polman bersama masyarakat ini merupakan tindak lanjut arahan Danrem 142/Tatag, Brigjen...

Enjoy exclusive access to all of our content

Get an online subscription and you can unlock any article you come across.