Polewali Mandar
Desa Kuajang Lemo menorehkan pencapaian nasional melalui film pendek berjudul “PEOPLE”, yang resmi ditetapkan sebagai salah satu dari lima finalis Festival Film Desa Tahun 2025. Desa yang berada di Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat ini menjadi representasi wilayah yang berhasil tampil di panggung perfilman desa Indonesia.
Festival Film Desa merupakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI. Dari ratusan karya yang diterima, hanya lima film terpilih, menandai tingginya daya saing dan kualitas karya kreator lokal.
Terpilihnya “PEOPLE” sebagai finalis menegaskan bahwa desa-desa tidak lagi hanya dikenal karena potensi sumber daya alam dan ekonomi, tetapi juga sebagai produsen gagasan, cerita, dan karya visual yang bernilai. Film ini digarap oleh sutradara muda putra desa, Fajrin Masher, yang selama ini menaruh perhatian besar pada dunia sinema.
Bagi Fajrin, film bukan semata hiburan, melainkan sarana memahami kehidupan dan perasaan manusia.
“Film adalah jembatan empati antara kisah yang dibawa karakter dan apa yang dirasakan penonton. Tugas pembuat film adalah memastikan jembatan itu kokoh, tulus, dan jujur,” ungkapnya.
Selain itu, Fajrin menegaskan harapannya agar momentum semacam ini tidak berhenti pada satu karya.
“Saya ingin cerita-cerita lokalitas di desa-desa terus berlanjut, dan perhatian Kementerian Desa serta ekonomi kreatif sudah terbuka lebar. Dengan koneksi ini, peluang pemuda desa makin besar, bahkan bukan tidak mungkin Desa Kuajang menjadi tuan rumah Hari Desa 2027,” ujarnya.
Film “PEOPLE” menjadi bagian dari lima finalis bersama judul lainnya, yaitu:
- UPDATE STATUS
- PANCA WALUYA
- NEGERI GERABAH KAMPUNG ABAR
- MIJIL
Kelima film tersebut dianggap mampu menyampaikan wajah kehidupan desa melalui narasi yang autentik, visual yang kuat, dan pendekatan cerita yang dekat dengan masyarakat.
Prestasi ini turut menuai apresiasi luas, termasuk dari kalangan hiburan nasional. Tokoh publik Rafi Ahmad menyampaikan pesan dukungan:
“Selamat atas pencapaiannya, semangat terus, jangan pernah menyerah memajukan seni. Salam untuk seluruh warga Desa Kuajang.”
Penetapan “PEOPLE” sebagai finalis menjadi tonggak penting yang menegaskan bahwa desa dapat menjadi pusat gagasan kreatif dan bahkan motor gerakan budaya.
Keberhasilan ini diharapkan memotivasi lebih banyak pemuda desa untuk berkarya, sekaligus membuka jalan bagi Polewali Mandar muncul sebagai tuan rumah agenda budaya berskala nasional pada tahun-tahun mendatang.[rls]



