Sulawesi Selatan
Tim Rescue Mapala Reinkarnasi Sulbar diterjunkan untuk membantu proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulbar, pada [Sabtu, 17 Januari 2026].
Sebanyak 3 orang perwakilan dari Mapala Reinkarnasi Sulbar diantaranya Sihabudddin (Ketua Tim), Ahmad Rizaldi (Anggota tim) dan M. Wahyu (Anggota tim) Misi kemanusiaan ini dilakukan sebagai respons atas permintaan bantuan dari tim gabungan Basarnas dan pemerintah setempat.
Dengan medan yang ekstrem serta cuaca tidak menentu, seluruh relawan yang terlibat tentu diharapakan dapat berperan penting dalam menembus jalur-jalur sulit dijangkau yang tidak dapat dilakukan tanpa alat khusus seperti alat vertikal Rescue, berbekal keahlian evakuasi medan berat, mereka membantu membuka jalur, serta mengevakuasi korban ke titik yang telah ditentukan.
Ketua Tim Rescue dari Mapala Reinkarnasi Sulbar dalam hal ini Sihabudddin menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa pecinta alam merupakan bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat. “Kami hadir bukan hanya sebagai relawan, tetapi sebagai bagian dari tanggung jawab kemanusiaan. Penyelamatan korban menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Dalam proses evakuasi, tim bekerja sama erat dengan Pemerintah setempat, TNI, Polri, tenaga medis, dan relawan lainnya. Per hari ini, tanggal 22 Januari tercatat 8 dari 10 korban yang berhasil ditemukan dan dievakuasi tak bernyawa.
Misi ini kembali menegaskan peran strategis Mapala Reinkarnasi Sulbar, tidak hanya sebagai organisasi pecinta alam, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan.[rls]



