Polewali Mmandar
DPRD Kabupaten Polewali Mandar menemukan dugaan air sumur tercemar serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang tidak memenuhi standar saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Ketua II DPRD Polman Bersama Komisi III DPRD Polman dan Dinas Lingkungan Hidup mendatangi 3 Dapur MBG, yakni dapur yanh tepat disamping kantor DPRD, Patampanua Kecamatan Matakali dan dapur yang ada di kelurahan Madatte, Jumat (13/2/2026).
Temuan tersebut terungkap ketika Wakil Ketua II DPRD Polman Amiruddin bersama Komisi III DPRD Polman dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) turun langsung melakukan pemantauan lapangan sebagai tindak lanjut rapat dengar pendapat bersama sejumlah LSM dan JOL terkait pengelolaan limbah dapur MBG.
Dalam sidak itu, Wakil Ketua II DPRD Polman Amiruddin membeberkan tidak jauh dari rumahnya di Patampanua Kecamatan Matakali ada Dapur MBG yang air sumurnya diduga tercemar namun masih digunakan untuk mencuci ompreng atau wadah makanan.
Lanjutnya, Sumur tersebut berada dekat dengan saluran pembuangan limbah yang tidak memenuhi standar sehingga menimbulkan kekhawatiran adanya rembesan air kotor yang berpotensi mengganggu kesehatan.
Selain persoalan air sumur, DPRD juga menyoroti sistem IPAL di dapur MBG yang dinilai belum sesuai standar lingkungan. Air limbah hasil aktivitas dapur disebut hanya ditampung dalam bak sederhana tanpa proses pengolahan yang memadai sebelum dialirkan ke lingkungan sekitar.
“Kami minta DLHK menindak lanjuti Dapur tersebut kalau bisa ditutup dan tidak beroperasional,” Tegas Amiruddin
Ditempat sama, Ketua Komisi III DPRD Polman Sarina menegaskan bahwa sanitasi dan pengelolaan limbah menjadi aspek penting dalam operasional dapur MBG karena berkaitan langsung dengan keamanan pangan dan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, DLHK menyatakan akan melakukan pembinaan serta evaluasi lanjutan terhadap pengelola dapur agar sistem pengolahan limbah diperbaiki sesuai aturan yang berlaku.
Hasil sidak ini akan menjadi bahan pembahasan dalam rapat lanjutan DPRD Polman, termasuk kemungkinan rekomendasi tegas jika tidak ada perbaikan terhadap pengelolaan limbah dan penggunaan sumber air.[slf]



