Mapala Reinkarnasi Turun Serta...

Sulawesi Selatan Tim Rescue Mapala Reinkarnasi Sulbar diterjunkan untuk membantu proses evakuasi korban pesawat...

Sertijab Sekwan DPRD Polman,...

Polewali Mandar Tongkat estafet kepemimpinan di Sekretariat DPRD Kabupaten Polewali Mandar resmi berpindah tangan....

Pengawasan Dipertanyakan, DPRD Polman...

Polewali Mandar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar berencana mengambil alih pengawasan...

KKN Multitematik PUMD UNASMAN...

Polewali Mandar Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Multitematik Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) menggelar...
HomeBerita TerkiniDPRD Polewali Mandar...

DPRD Polewali Mandar Pacu Pembentukan Perda Pesantren

Polewali Mandar

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar bersama Pusat Kajian Islam Inklusif menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah awal penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Fasilitasi Pondok Pesantren.

Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2025, dan dihadiri oleh perwakilan pondok pesantren se-Kabupaten Polewali Mandar serta dua anggota DPRD setempat.

FGD tersebut menjadi forum strategis untuk menjaring aspirasi dan memperkaya naskah akademik sebelum Ranperda dibahas di tingkat legislatif.

Anggota DPRD Polewali Mandar, Rudi dan Abdul Muin, hadir dalam kegiatan itu. Rudi menyatakan bahwa Perda Pesantren telah masuk dalam agenda pembahasan Ranperda tahun ini melalui jalur inisiatif DPRD.

“Insyaallah, Perda Pesantren akan disahkan tahun ini. Ranperda ini merupakan usulan Fraksi Golkar dan Fraksi Perindo yang telah memenuhi syarat formal,” ujar Rudi.

Ketua Tim Penyusun Naskah Akademik Ranperda, Busrah, menegaskan bahwa FGD ini merupakan tahapan penting untuk mengakomodasi aspirasi pesantren ke dalam regulasi yang komprehensif. Menurutnya, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren memberikan dasar hukum bagi pemerintah daerah untuk berperan dalam pengembangan pesantren.

“Polewali Mandar Adalah Daerah dengan jumlah pesantren terbanyak di Sulawesi Barat, Sehingga sudah sepantasnya memiliki perda pesantren,” Jelasnya

Busrah juga menyoroti bahwa selama ini bantuan pemerintah daerah kepada pesantren masih terbatas dan belum menjadi prioritas dalam pembahasan APBD.

Para perwakilan pondok pesantren yang hadir menyambut baik inisiatif DPRD tersebut dan berharap proses penyusunan Ranperda dapat berjalan lancar hingga pengesahan, agar pesantren memperoleh dukungan hukum dan fasilitas yang lebih kuat dari pemerintah daerah.[slf].

Get notified whenever we post something new!

spot_img

Kirim Tulisan Anda

Bagi anda yang ingin tulisan nya dipublis di laman pattae.com, silahkan kirim ->

Continue reading

Mapala Reinkarnasi Turun Serta dalam misi penyelamatan Korban Pesawat ATR 42-500 di Wilayah Pegunungan Bulusaraung

Sulawesi Selatan Tim Rescue Mapala Reinkarnasi Sulbar diterjunkan untuk membantu proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulbar, pada . Sebanyak 3 orang perwakilan dari Mapala Reinkarnasi Sulbar diantaranya Sihabudddin (Ketua Tim),...

Dari Polewali Mandar ke Nasional: Film Desa “PEOPLE” Catat Sejarah Baru

Polewali Mandar Desa Kuajang Lemo menorehkan pencapaian nasional melalui film pendek berjudul “PEOPLE”, yang resmi ditetapkan sebagai salah satu dari lima finalis Festival Film Desa Tahun 2025. Desa yang berada di Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat ini...

Rehab Jembatan Gantung di Lenggo Hampir Rampung, Akses Warga Segera Pulih

Polewali Mandar Rehabilitasi jembatan gantung sepanjang 60 meter di Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kini memasuki tahap akhir. Proyek karya bakti yang melibatkan prajurit Kodim 1402/Polman bersama masyarakat ini merupakan tindak lanjut arahan Danrem 142/Tatag, Brigjen...

Enjoy exclusive access to all of our content

Get an online subscription and you can unlock any article you come across.