Polewali Mandar
Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Polewali Mandar telah memetakan ancaman narkoba di wilayah Polewali Mandar sepanjang tahun 2025.
Dari hasil pemetaan menunjukkan adanya potensi peredaran dan penyalahgunaan narkotika masih masih cukup tinggi. Sehingga ribuan warga akan menjadi sasaran utama program edukasi dan pencegahan BNNK Polman.
Pemetaan ancaman narkoba tersebut dipaparkan dalam kegiatan Release Akhir Tahun 2025 BNNK Polman, dikantor BNNK Polman, Selasa (24/12/2025).
Sepanjang 2025, BNNK Polman mencatat pelaksanaan edukasi dan sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di 37 titik, dengan total sasaran mencapai 6.793 warga.
Kepala BNNK Polewali Mandar Sabri Syam mengatakan, pemetaan ancaman narkoba menjadi dasar penentuan wilayah prioritas intervensi pencegahan.
“Pemetaan ini menjadi landasan kami dalam menentukan sasaran dan strategi pencegahan. Wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi menjadi prioritas intervensi melalui edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ketahanan keluarga,” ujarnya.
Dalam peta ancaman narkoba 2025, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, ditetapkan sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi. Sementara Desa Tamangalle, Kecamatan Balanipa, masuk kategori wilayah waspada.
Di wilayah tersebut, BNNK Polman menjalankan program Desa dan Kelurahan Bersinar melalui pembentukan relawan anti narkoba serta pelibatan aktif pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan unsur pemuda.
Ancaman narkoba juga menyasar kelompok remaja. Untuk itu, BNNK Polman melakukan pengukuran Indeks Ketahanan Diri Remaja (DEKTARI) dengan membentuk pendidik sebaya anti narkoba di dua sekolah tingkat SLTP sederajat.
Hasil pengukuran menunjukkan indeks ketahanan remaja pada 2023 berada di angka 55,44 dan pada 2024 sebesar 51,49, yang masih masuk kategori tinggi. Adapun hasil pengukuran tahun 2025 masih menunggu rilis resmi dari BNN RI.
Selain edukasi tatap muka, BNNK Polman juga memperluas jangkauan pencegahan melalui kampanye digital di berbagai platform media sosial. Diseminasi informasi P4GN dilakukan melalui kegiatan talkshow serta pemasangan media luar ruang di sejumlah titik strategis wilayah Polewali Mandar.
Dalam upaya menekan potensi penyalahgunaan narkoba di kawasan rawan, BNNK Polman turut menjalankan program pemberdayaan alternatif. Pelatihan lifeskill diberikan kepada masyarakat di Kelurahan Sidodadi dengan melibatkan mantan pecandu, keluarga warga binaan, serta kelompok rentan guna mendorong kemandirian ekonomi.
BNNK Polman menegaskan, peta ancaman narkoba akan terus diperbarui sebagai dasar penguatan strategi pencegahan dan penanganan narkoba di Polewali Mandar.[slf]



