Pendidikan

LLDIKTI IX Dorong Unasman Naik Kelas Jadi Universitas Besar di Indonesia Timur

Kegiatan Wisuda Unasman
Polewali Mandar

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX mendorong Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) untuk naik kelas dan menjadi salah satu perguruan tinggi swasta besar di kawasan Indonesia Timur.

Dorongan tersebut disampaikan dalam sambutan pada acara wisuda Unasman. Kepala LLDIKTI IX prof Budu menilai Unasman memiliki modal kuat untuk berkembang lebih jauh setelah berhasil masuk dalam klaster utama perguruan tinggi di Indonesia.

Capaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa Unasman telah memiliki kinerja kelembagaan yang cukup kuat. Sebab, penentuan klaster perguruan tinggi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai indikator dan capaian perguruan tinggi.

“Unasman ini sudah tidak pantas lagi dikatakan universitas terbesar di Sulawesi Barat. Seharusnya salah satu universitas besar di Indonesia Timur,” kata Prof Budu LLDIKTI IX.

Rektor Unasman yang baru dilantik juga mendapat tantangan untuk membawa kampus tersebut berkembang lebih cepat dalam empat hingga lima tahun ke depan.

Menurutnya, rektor baru tidak memulai dari nol. Berbagai capaian Unasman saat ini merupakan hasil kerja dan fondasi yang telah dibangun para pimpinan sebelumnya.

Namun, tantangan perguruan tinggi ke depan semakin kompleks. Perubahan teknologi dan perkembangan pendidikan global menuntut Unasman melakukan transformasi agar tidak tertinggal.

“Rektor kita yang baru dilantik kemarin tentu tidak mulai dari nol. Itu sudah dilakukan oleh pendahulu-pendahulu kita sebelumnya,” ujarnya.

Ia meminta jajaran pimpinan dan dosen Unasman tidak hanya mempertahankan pola pendidikan yang selama ini berjalan, tetapi mulai menyesuaikannya dengan kebutuhan masa depan.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah kebutuhan dunia pendidikan dan dunia kerja. Program studi yang tidak mampu mengikuti perkembangan zaman berpotensi ditinggalkan oleh calon mahasiswa.

Ia mencontohkan bidang hukum yang kini berkembang ke arah digital law, cybercrime, dan berbagai kajian hukum berbasis teknologi.

Hal yang sama dapat diterapkan pada bidang pertanian yang menjadi salah satu kekuatan Unasman. Pengembangan pertanian perlu diarahkan pada inovasi, agribisnis, digital agribisnis, serta pemanfaatan teknologi.

“Dunia pendidikan saat ini sudah sangat global. Sistem digital dan pendidikan era virtual saat ini sangat mengubah dunia pendidikan,” katanya.

Karena itu, Unasman dinilai perlu mempercepat inovasi program studi agar lulusan yang dihasilkan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Selain pengembangan program studi, sistem pembelajaran juga dinilai harus beradaptasi dengan perubahan karakter mahasiswa generasi Z.

Mahasiswa masa kini semakin akrab dengan teknologi dan memiliki pola belajar yang tidak selalu bergantung pada ruang kelas. Kondisi tersebut membuat perguruan tinggi perlu mengembangkan sistem pembelajaran yang lebih fleksibel.

Model hybrid learning, yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring, dinilai menjadi salah satu kebutuhan pendidikan tinggi masa depan.

“Kalau hal-hal ini kita tinggalkan, tunggu pada generasi Z yang akan datang, dia akan meninggalkan kita. Oleh karena itu untuk menyambut masa depan, pendidikan sudah harus hybrid, Pak Rektor,” tegasnya.

Dengan capaian masuk klaster utama dan dukungan transformasi pendidikan, Unasman diharapkan mampu memperkuat kualitas akademik, memperluas inovasi, serta meningkatkan daya saing hingga menjadi salah satu universitas swasta unggulan di Indonesia Timur.

Related posts

UNASMAN Cetak 392 Sarjana, 197 Lulusan Raih Cum Laude

redaksi

Mustari Mula Raih Gelar Doktor Unhas, Tawarkan Model AKIK untuk Pemerintahan Digital

redaksi