Mapala Reinkarnasi Turun Serta...

Sulawesi Selatan Tim Rescue Mapala Reinkarnasi Sulbar diterjunkan untuk membantu proses evakuasi korban pesawat...

Sertijab Sekwan DPRD Polman,...

Polewali Mandar Tongkat estafet kepemimpinan di Sekretariat DPRD Kabupaten Polewali Mandar resmi berpindah tangan....

Pengawasan Dipertanyakan, DPRD Polman...

Polewali Mandar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar berencana mengambil alih pengawasan...

KKN Multitematik PUMD UNASMAN...

Polewali Mandar Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Multitematik Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) menggelar...
HomeTravelingBudayaRitual Mimalaq Etnis...

Ritual Mimalaq Etnis Pattae di Cendana Desa Kaleok

Ritual Mimalaq etnis Pattae dusun Cendana, yaitu Mimalaq Matamba Bulung, merupakan sebuah tradisi meminta kepada sang Alam agar para petani ditambahkan rezeki panen yang melimpah.

Ritual ini dilakukan di area yang luas dengan menyuguhkan beberapa sesajen sebagai bentuk persembahan. Hal ini bertujuan agar tanaman dan seluruh yang tumbuh di area kebun milik warga nantinya dapat melimpah.

kegiatan ini dilakukan untuk menaikkan (menambah) tanaman dan menaikkan isi sungai, untuk digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari” tutur Larian (tokoh adat Pattae di desa kaleok) Minggu 18/2/2018.

Kegiatan Ritual Mimalaq Etnis Pattae, Sudah menjadi tradisi turun-temurun, dan sampai sekarang ini masih dipercaya sebagian Masyarakat etnis Pattae yang ada di desa Kaleok Kecamatan Binuang Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Baca juga ini : (Tradisi Mimala Matambu Bulung Etnis Pattae yang Masih Terjaga Hingga Kini)

Ketika para petani mendapat cobaan, atau hasil panen tidak memuaskan. Masyarakat pun mempercayai, hal itu disebabkan karena masyarakat belum melaksanakan ritual Ma’mimala Matamba Bulung. Ritual ini, dilaksanakan sekali setahun, dalam kurun waktu tiga tahun berturut-turut.

Bahan yang disediakan dalam ritual tersebut, berupa hewan seperti Ayam, dan beberapa bentuk makanan khas masyarakat Pattae yang disebut Bombong (suatu tempat yang terbuat dari daun pohon aren). Bombong ini disediakan sebanyak 1000 bungkus, dan Kalele (yaitu sejenis nama makanan dari bahan beras ketan yang di buat menyerupai ketupat kemudian direbus) dan Nande (Nasi).

Setelah ritual Mimala Matamba Bulung dilakukan, masing-masing warga membawa sesajen tersebut ke tiap kebun miliknya. Sebagian juga di bawah ke rumah masing-masing untuk digantung tepat diatas pintu. Hal ini dipercaya dapat mendatangkan rezeki dan keamanan.

Bombong yang akan dibawah pulang nantinya, berdasarkan berapa banyak kebun dan rumah yang dimiliki warga. Warga yang ikut ritual tersebut memiliki kebun 5 dan 1 rumah, maka warga tersebut harus membawa bombong sebanyak 6 bungkus.

Selain ritual Mimala Matamba Bulung, ada juga disebut Mimala jenis Marandan Uma. Tidak beda jauh dengan Mimala jenis Matamba BulungMarandan Uma juga merupakan ritual/tradisi yang di lakukan untuk meminta keselamatan, rezeki melimpah, serta kesuburan tanaman. Hanya saja, Marandan Uma dilakukan pada saat mulai bercocok tanam.(Amri)*

Penulis : Amri*

Get notified whenever we post something new!

spot_img

Kirim Tulisan Anda

Bagi anda yang ingin tulisan nya dipublis di laman pattae.com, silahkan kirim ->

Continue reading

Mapala Reinkarnasi Turun Serta dalam misi penyelamatan Korban Pesawat ATR 42-500 di Wilayah Pegunungan Bulusaraung

Sulawesi Selatan Tim Rescue Mapala Reinkarnasi Sulbar diterjunkan untuk membantu proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulbar, pada . Sebanyak 3 orang perwakilan dari Mapala Reinkarnasi Sulbar diantaranya Sihabudddin (Ketua Tim),...

Dari Polewali Mandar ke Nasional: Film Desa “PEOPLE” Catat Sejarah Baru

Polewali Mandar Desa Kuajang Lemo menorehkan pencapaian nasional melalui film pendek berjudul “PEOPLE”, yang resmi ditetapkan sebagai salah satu dari lima finalis Festival Film Desa Tahun 2025. Desa yang berada di Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat ini...

Rehab Jembatan Gantung di Lenggo Hampir Rampung, Akses Warga Segera Pulih

Polewali Mandar Rehabilitasi jembatan gantung sepanjang 60 meter di Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kini memasuki tahap akhir. Proyek karya bakti yang melibatkan prajurit Kodim 1402/Polman bersama masyarakat ini merupakan tindak lanjut arahan Danrem 142/Tatag, Brigjen...

Enjoy exclusive access to all of our content

Get an online subscription and you can unlock any article you come across.