Advertorial

Cegah Abrasi, Anggota DPRD Polman Ardan Aras Turunkan Alat Berat Normalisasi Sungai Kunyi

Normalisasi Sungai
Polewali Mandar

Ancaman abrasi sungai yang mengintai pemukiman warga dan fasilitas umum di Lingkungan Dara, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, mulai mendapat penanganan nyata.

Anggota Komisi II DPRD Polewali Mandar, Ardan Aras, mengambil langkah cepat dengan menurunkan alat berat untuk melakukan normalisasi Sungai Kunyi, Senin (20/4/2026).

Langkah ini merupakan realisasi janji Ardan kepada masyarakat yang sebelumnya disampaikan saat menghadiri syukuran pesta panen petani, sekaligus menindaklanjuti aspirasi warga yang diserap dalam kegiatan reses beberapa bulan lalu.

Tanpa seremoni dan tanpa menunggu instruksi, legislator dari PAN ini langsung menurunkan satu unit ekskavator guna mengantisipasi abrasi yang semakin mengancam pemukiman warga.

Normalisasi dilakukan sebagai upaya mencegah meluapnya air sungai yang berpotensi merusak rumah warga serta fasilitas umum, termasuk jembatan gantung dan jalan poros Polewali–Mamasa.

Ardan mengungkapkan, langkah tersebut diambil karena kondisi mendesak, sementara permintaan bantuan alat berat ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (DPUPR) belum terealisasi.

“Normalisasi Sungai Kunyi ini dilakukan selain karena usulan masyarakat saat reses, juga agar warga di bantaran sungai bisa hidup lebih aman tanpa dihantui abrasi. Saat ini jarak rumah warga dengan sungai tinggal belasan meter,” ujarnya.

Ia juga mengaku harus menggunakan dana pribadi untuk menyewa alat berat karena keterbatasan fasilitas pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Ardan berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi V Mamuju dapat melakukan penanganan secara menyeluruh di Sungai Kunyi.

Menurutnya, selain normalisasi, beberapa titik juga membutuhkan pembangunan tanggul bronjong guna memperkuat tebing sungai dan mencegah abrasi berulang.

Sementara itu, warga Lingkungan Dara, Bahri, menyampaikan apresiasinya atas langkah cepat yang dilakukan Ardan Aras.

“Bagi kami, kehadiran alat berat ini bukan sekadar pekerjaan teknis, tapi harapan yang sudah lama ditunggu,” ungkapnya.

Bahri juga mengingatkan bahwa beberapa tahun lalu abrasi sungai sempat memutus jalur poros Polewali–Mamasa, sehingga masyarakat sangat berharap adanya penanganan permanen dari pemerintah.[adv]

Related posts

Fahry Fadly, Ikut Retreat Nasional bersama Para Ketua DPRD dari Berbagai Daerah

redaksi

Halal Lifestyle: Skena Syariah Ketika Kopi, Fesyen, dan Prinsip Tanpa Riba Bertemu

redaksi

Ketua DPRD Polman Ingatkan Akurasi LKPJ 2025, Jangan Ulangi Kesalahan Tahun Lalu

redaksi