Budaya

KPM-PM Cabang Binuang Angkat Nilai Sejarah dan Spiritual di Pulau Tangnga

Kunjungan ke Makam Tosalama atau Syekh Bil Ma’ruf (Abdulrahim Kamaluddin) di Pulau Tangnga.
Polewali Mandar

Kesatuan Pelajar Mahasiswa Polewali Mandar (KPM-PM) Cabang Binuang melaksanakan kegiatan bakti sosial yang dirangkaikan dengan ekspos wisata religi di Pulau Tangnga, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar. Sabtu (02/5/2026).

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aksi sosial, tetapi juga pada upaya mengenalkan dan mengangkat potensi wisata religi daerah, khususnya Makam Syekh Bil Ma’ruf (Abdulrahim Kamaluddin) yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam penyebaran Islam di wilayah Mandar.

Makam ini memiliki nilai historis dan sosio-religius yang tinggi karena menjadi simbol perkembangan kehidupan keagamaan masyarakat Pulau Tangnga. Keberadaan situs ini hingga kini masih dijaga dan menjadi tempat ziarah yang sarat makna spiritual.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KPM-PM Cabang Binuang turut melakukan pembersihan area makam, penataan lingkungan sekitar, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga situs sejarah sebagai bagian dari identitas budaya dan religi.

Ketua Umum KPM-PM Cabang Binuang, Rifki Alparesi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya melestarikan warisan sejarah dan nilai-nilai keagamaan.

“Bakti sosial ini bukan hanya tentang membantu secara fisik, tetapi juga bagaimana kita menjaga jejak sejarah dan nilai spiritual yang ada di Pulau Tangnga agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi selanjutnya,” ujar Rifki Alparesi.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat setempat, sekaligus mendorong Pulau Tangnga sebagai salah satu destinasi wisata religi yang potensial di Sulawesi Barat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian situs religi semakin meningkat, serta mampu menjadikan wisata religi sebagai bagian dari pengembangan daerah yang berkelanjutan.[rls]

Related posts

Melestarikan Tradisi Mappadendang, Bentuk Syukur Masyarakat Tandakan

redaksi

Cerita Nene Lolli dan Buaya serta Lahirnya Tradisi Mappakande Rindu

redaksi