Sabtu, 19 Oktober 2019

Polewali Mandar

Provinsi Sulawesi Barat || Sulbar
Kode Pos : 91311 - 91315

Polewali Mandar yang sering disingkat Kab. Polman adalah nama sebuah Kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Barat, yang menjadi kampung halaman masyarakat suku atau etnis Pattae. Masyarakat suku Pattae mendiami bagian selatan daerah Kabupaten Polewali Mandar, tepatnya di sepanjang pantai bagian selatan sampai ke wilayah pegunungan bagian selatan daerah Kabupaten Polewali Mandar. Meskipun bukan mayoritas, namun jumlah masyarakat suku Pattae juga tidak sedikit. Masyarakat suku Pattae hidup tersebar dan mendiami beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Polewali Mandar. Inilah kampung masyarakat suku Pattae, yang kami sebut Kampung Pattae. Kampung dimana masyarakat suku Pattae, tumbuh dan berkembang serta hidup berdampingan secara rukun dan harmonis bersama dengan suku-suku bangsa lainnya yang ada di Kab. Polman, Provinsi Sulawesi Barat.

Wilayah Polewali Mandar

Kabupaten Polewali Mandar terdiri dari 16 kecamatan, yang terbagi dalam daerah pantai, dataran dan pegunungan. Daerah pantai terdapat di 27 desa (16,16 persen) sedangkan daerah dataran sebanyak 83 desa (49,70 persen).

Geografis Polewali Mandar

Kabupaten Polewali Mandar merupakan salah satu Kabupaten di Sulawesi Barat yang berbatasan dengan provinsi lain, yaitu Sulawesi Selatan. Berdasarkan letak geografis, Kabupaten Polewali Mandar berbatasan dengan Kabupaten Mamasa di sebelah utara, Selat Makassar di sebelah selatan, Kabupaten Majene di sebelah barat dan Kabupaten Pinrang di sebelah timur. Secara astronomis Kabupaten Polewali Mandar terletak pada posisi 03040’00” – 30 32′ 5,28” Lintang Selatan dan 1180 53′ 58,2”-1190 29′ 35,8” Bujur Timur. Luas wilayah Kabupaten Polewali Mandar sekitar 22.022,30 km atau 11,94 persen dari luas wilayah Sulawesi Barat.

Sejarah Polewali Mandar

Polewali Mandar dahulu bernama Polewali Mamasa, yang disingkat dengan Kabupaten Polmas. Saat itu, Kabupaten Mamasa belum terbentuk menjadi daerah otonom dan masih menjadi bagian dari Kabupaten Polewali Mandar. Setelah Kabupaten Mamasa terbentuk menjadi daerah otonom baru, Kabupaten Polewali Mamasa (Polmas) juga berganti nama menjadi Kabupaten Polewali Mandar, yang selanjutnya sering disingkat Kab. Polman. Nama Kabupaten Polewali Mandar ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2005 tentang Perubahan Nama Kabupaten Polewali Mamasa menjadi Kabupaten Polewali Mandar. Nama tersebut, kemudian resmi digunakan dalam administrasi pemerintahan sejak tanggal 1 Januari tahun 2016.

Penduduk Polewali Mandar

Komposisi penduduk Kabupaten Polewali Mandar tahun 2017 didominasi oleh penduduk kelompok usia muda. Berdasarkan hasil proyeksi, penduduk Kabupaten Polewali Mandar tahun 2017 mencapai sekitar 432.692 jiwa yang terdiri atas penduduk laki-laki sebanyak 212.264 jiwa dan perempuan 220.428 jiwa, dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,22 persen. Dengan luas wilayah sekitar 2.022,302 2km, berarti setiap km ditempati oleh penduduk sebanyak 214 jiwa. Distribusi penduduk menurut kelompok umur tahun 2017 menunjukkan bahwa kelompok usia produktif (umur 15-64 tahun) sebesar 65,28 persen atau 282.466 jiwa; penduduk usia muda 0-14 tahun sebanyak 127.049 jiwa atau 29,36 persen dan sisanya penduduk usia > 65 tahun.

Pendidikan Polewali Mandar

Pendidikan merupakan jalan menuju masa depan yang baik. Peningkatan kualitas dan partisipasi sekolah tentunya harus diimbangi dengan ketersediaan tenaga pegajar yang mumpuni, serta tersedianya sarana dan prasarana yang memadai.

Keberhasilan program peningkatan kapabilias dasar dapat dilihat dari Angka Partisipasi Sekolah (APS). Secara umum tahun 2017 Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 5-6 tahun berkisar 20,14 persen, 7-12 tahun berkisar 98,26 persen. APS kelompok umur 13-15 tahun sebesar 87,87 persen dan kelompok umur 16-18 tahun sebesar 65,75 persen. Angka Partisipasi Kasar (APK) yang tinggi menunjukkan tingginya tingkat partisipasi sekolah tanpa memperhatikan ketepatan usia sekolah pada jenjang pendidikannya.

Tahun 2017 APK SD mencapai 106,98 persen sedangkan pada tingkat SMP sebesar 83,91 persen dan tingkat SMA 81,77 persen. Seperti halnya APS, Angka Partisipasi Murni (APM) kelompok usia SD masih yang tertinggi diantara ketiga nilai APM yakni sebesar 94,92 persen sementara APM SMA hanya sebesar 56,27 persen.

Jumlah sekolah pada tahun 2017 tingkat SD/MI tercatat sebanyak 416 sekolah dengan 57.383 siswa, SLTP 145 sekolah dengan 25.617 siswa, sedangkan SLTA 54 sekolah dengan 19.494 siswa.

Angka Partisipasi Murni

Angka Partisipasi Murni di Polewali Mandar pada tahun 2017, antara lain: APM SD sebesar 94,92%, APM SMP sebesar 70,40% dan APM SMA 56,27%

Kesehatan Polewali Mandar

Upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terus dilakukan dengan pengadaan dan pemanfaatan fasilitas kesehatan, penambahan dan peningkatan kualitas petugas kesehatan.Tujuannya adalah agar semua lapisan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah, murah dan merata.

Pada tahun 2017 persentase fasilitas kesehatan yang relatif banyak dimanfaatkan penduduk untuk rawat inap adalah Rumah Sakit Pemerintah (60,67 persen). Pada urutan selanjutnya 42,37 persen penduduk lebih memilih Puskesmas atau Pustu untuk rawat inap. Sementara itu ada sekitar 1,62 persen yang memilih RS. Swasta dan 1,36 persen yang memilih klinik atau lainnya.

Penduduk perempuan di Kabupaten Polewali Mandar 53,92 persen memilih Puskesmas /Pustu sebagai tempat melahirkan, 26,82 persen memilih rumah sakit. Selain itu sekitar 8,29 persen memilih klinik bersalin dan 4,71 persen memilih praktek tenaga kesehatan. Sementara itu masih ada sekitar 6,25 persen yang memilih bersalin di rumah.

Imunasasi adalah salah satu upaya yang digalakkan pemerintah dalam rangka mencegah berbagai jenis penyakit berbahaya. Sebagian besar imunisasi dasar dikhususkan untuk penduduk usia 0-59 bulan.

Pada tahun 2017, Persentase penduduk usia 0-59 bulan yang medapat Imunisasi BCG sebesar 93,30 persen, DPT 90,35 persen, Polio 90,80 persen, Campak 68,24 persen dan Hepatitis sekitar 91,66 persen.

Indeks Pembangunan Manusia

Indeks  Pembangunan Manusia di Kabupaten Polewali Mandar pada tahun 2017 adalah 62,35. Ketiga komponen penyusun IPM masing-masing menunjukkan adanya peningkatan dari tahun ke tahun. Laju peningkatan IPM di Polewali Mandar adalah yang tercepat di Provinsi Sulawesi Barat.

Indeks Pembangunan Manusia

Program pembangunan untuk kemajuan suatu bangsa meliputi pembangunan di berbagai aspek, ada satu sisi yang penting untuk diperhatikan yang merupakan indikator bagi taraf kehidupan suatu masyarakat yakni pembangunan manusia. Pembangunan manusia itu diukur dengan suatu indeks yang merupakan gabungan dari beberapa; indeks kesehatan, indeks pendidikan, dan indeks daya beli, selanjutnya disebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Capaian IPM Kabupaten Polewali Mandar setiap tahunnya mengalami pergerakan ke arah positif, pada 2017 telah mencapai angka 62,35. Dengan laju pertumbuhan IPM mencapai 1,37 persen. Merupakan kecepatan tertinggi di Provinsi Sulawesi Barat.

Komponen-komponen penyusun IPM Kabupaten Polewali Mandar juga semakin menggembirakan. Angka harapan hidup telah mencapai 61,76 tahun. Sehingga dapat dikatakan bahwa setiap bayi yang lahir di Polewali Mandar di harapkan dapat hidup hingga usia 61,76 tahun. Dari sisi pendidikan, diharapkan setiap anak usia sekolah dapat bersekolah hingga 13,01 tahun. sementara itu rata-rata lama sekolah yang mampu dicapai oleh penduduk di Polewali Mandar baru sekitar 7,09 tahun. Pengeluaran penduduk perkapita yang telah disesuaikan pada indikator IPM Polewali Mandar sekitar Rp 7.900.000.

Ketenagakerjaan Polewali Mandar

Data mengenai ketenagakerjaan dihasilkan dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) merupakan persentase angkatan kerja terhadap jumlah penduduk usia 15 tahun keatas. TPAK Polewali Mandar tahun 2017 adalah 66,63 persen, dimana TPAK laki-laki lebih tinggi yakni sebesar 81,89 persen sementara TPAK perempuan 52,53 persen. Angkatan kerja sendiri adalah penduduk yang bekerja dan berusaha mencari pekerjaan atau pengangguran. Dengan demikian, penduduk yang bukan termasuk angkatan kerja adalah 33,37 persen, yaitu penduduk yang masih bersekolah, mengurus rumah tangga dan lain sebagainya.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) atau persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja Kabupaten Polewali Mandar tahun 2017 adalah 9,94 persen. Dengan demikian berarti penduduk yang bekerja adalah 90,06 persen dari angkatan kerja. Angkatan Kerja di Kabupaten Polewali Mandar yang bekerja di berbagai lapangan usaha. Sekitar 45,15 persen penduduk Polewali Mandar masih merupakan pekerja Lapangan Usaha Pertanian. Hanya 10,36 persen yang bekerja di Industri Pengolahan dan terdapat sekitar 16,54 persen di Perdagangan, Hotel dan Restauran. Sisanya sekitar 27,95 persen bekerja pada Lapangan Usaha Jasa-jasa dan lainnya.

Pasokan tenaga kerja hingga tahun 2017 masih didominasi oleh tenaga kerja berpendidikan SMA kebawah, disisi lain lapangan kerja yang tersedia juga dominan sektor pertanian. Data dari Dinas Tenaga Kerja dan Trasnmigrasi Kabupaten Polewali Mandar, menggambarkan bahwa selama periode 2016-2017 ada sekirar 521 orang yang mendaftar sebagai pencari kerja pada tahun 2016 dan meningkat menjadi 2.117 orang pada tahun 2017. Dari total pencari kerja dalam dua tahun terakhir, mayoritas merupakan lulusan SMA yang tercatat sebanyak 299 dan 1050 orang, urutan berikutnya adalah yang menggunakan ijazah Universitas masing masing 133 orang dan 611 orang.

Penyaluran/penempatan tenaga kerja yang terdaftar dan dilaporkan oleh perusahaan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun 2017 untuk tingkat pendidikan SD-Sarjana masing-masing sebanyak 110 orang, 26 orang, 21 orang, 105 orang dan 4 orang. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional pada tahun 2017, penduduk Polewali Mandar didominasi oleh pekerja dengan status berusaha sendiri yaitu sekitar 27,53 persen dan status buruh/karyawan/pegawai yairu sekitar 26,47 persen. Sementara itu ada sekitar 19,77 persen penduduk bekerja dengan status sebagai pekerja bebas.

Tenaga Kerja Menurut Lapangan Usaha di Polewali Mandar
Pertanian 45,15%
Industri Pengolahan 10.36%
Perdagangan, Hotel dan Restauran 16.54%
Jasa-Jasa dan Lainnya 27.95%

Pertanian Polewali Mandar

Pertanian merupakan sektor yang paling menopang perekonomian masyarakat Kabupaten Polewali Mandar, terutama tanaman bahan makanan komoditi Padi. Bahan makanan pokok penduduk Indonesia ini cukup besar dihasilkan di Kabupaten Polewal Mandar. Setidaknya tercatat luas panen sekitar 49.249 ha, dengan produksi yakni 337.236 ton. 

Komoditi tanaman pangan andalan lainnya adalah Jagung. Terdapat sekitar 20.446 ha luas panen dengan total produksi sekitar 87.961 ton. Selanjutnya Kedelai, dengan luas panen sekitar 729 ha dan total produksi sekitar 1.252 ton. Kacang Hijau juga memiliki luas panen yang relatif besar yaitu sekitar 354 ha dengan produksi sekitar 729 ton. Kemudian Kacang Tanah luas tanam tercatat sekitar 45 ha dengan produksi sekitar 109 ton. Ubi Jalar merupakan komoditi dengan produktivitas tertinggi, yaitu 143,28 kuintal per hektar. Dimana pada tahun 2017 terdapat 69 ha luas tanam dengan produksi sekitar 988 ton.

Tanaman perkebunan yang dominan di Kabupaten Polewali Mandar adalah Kakao, Kelapa dan Kemiri. Selama 2017 Produksi Kakao 33.159,53 ton, dari luas tanaman menghasilkan 36.729,68 ha. Kelapa Dalam dan Kelapa Hibrida produksinya mencapai 19.214,06 ton, dari luas tanaman menghasilkan sekitar 17.278,28 ha. Kemiri tercatat mampu berproduksi hingga 1.743,36 ton, dari luas tanaman yang menghasilkan sekitar 1.779,46 ha.

Perikanan Polewali Mandar

Potensi perikanan baik perikanan laut maupun perikanan darat/budidaya di Kabupaten Polewali Mandar sangat besar. Sektor ini menjadi sektor unggulan dan penyumbang terbesar ketiga setelah tanaman pangan dan perkebunan.

Berdasarkan besarnya jumlah produksi, perikanan laut dan perikanan budidaya memiliki potensi yang hampir sama di Kabupaten Polewali Mandar.

Selama tahun 2017 perikanan laut mampu menghasilkan produksi ikan dengan berbagai jenis sebesar 25.336,13 ton.

Sementara perikanan budidaya pun tidak jauh berbeda, yaitu mampu mencatat produk sehingga 24.113,40 ton. Perkembangan usaha ini, tidak terlepas dari tenaga kerja pada sektor perikanan. Selama 2017 ada sekitar 3.860 rumah tangga perikanan laut dan 4.775 rumah tangga perikanan budidaya.

Komoditas unggulan pada perikanan budidaya adalah Bandeng, yang berkontribusi sekitar 40,37 persen dari total produksi perikanan Budidaya.

Sementara untuk perikanan laut terbagi dalam beberapa komoditas yang unggul yaitu: Cakalang berkontribusi 18,63 persen; Tuna berkontribusi 14,13 persen; Tongkol berkontribusi 9,81 persen dan Layang berkontribusi 5,24 persen

Transportasi & Komunikasi

Jalan sebagai prasarana transportasi memiliki peran utama bagi kelancaran transportasi darat. Pada tahun 2017 di Kabupaten Polewali Mandar, terdapat jalan dengan panjang 114,22 km yang berstatus jalan nasional/negara; 143,94 km berstatus jalan provinsi; dan 835,35 km berstatus jalan kabupaten/kota .

Sebagai penunjang transportasi yang sangat penting tersedianya armada yang memadai akan memperlancar kegiatan transportasi. Selama 2017 tercatat ada sekitar 1.401 mobil penumpang, sekitar 2.889 truk yang digunakan mengangkut barang. Selanjutnya ada sekitar 90 bus. Kendaraan terbanyak di Kabupaten Polewali Mandar selama 2017 adalah motor, baik roda dua maupun jenis roda tiga.

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional, sebanyak 19,48 persen masyarakat Polewali Mandar yang berumur 5 tahun ke atas pernah mengakses internet. Pengguna internet di Kabupaten Polewali Mandar sangat erat kaitannya dengan tingkat pendidikan yang telah di tamatkan. Hal ini nyata terlihat, untuk yang tidak tamat SD hanya sekitar 2,85 persen yang mengakses internet. Sementara itu semakin tinggi tingkat pendidikannya semakin besar kemungkinan pernah mengakses internet. Untuk lulusan SMA keatas tercatat lebih dari setengah, yaitu sekitar 50,93 persen.

Pemerintahan Polewali Mandar

Jumlah kecamatan dan jumlah desa/kelurahan pada kurun waktu 3 tahun terakhir (2015-2017) tidak mengalami perubahan. Semenjak Sensus Penduduk Tahun 2010 Jumlah Kecamatan masih sebanyak 16, jumlah desa/kelurahan sebanyak 167. Perubahan hanya terjadi pada tingkat dusun di tahun 2016, mengalami pemekaran dari 588 dusun menjadi 682 dusun. Sementara tahun 2017 tidak mengalami perubahan.

No Kecamatan Luas Penduduk Rumah Tangga
1
Tinambung
21,34 km2
24.362 Jiwa
5.169 Rumah Tangga
2
Balanipa
37,42 km2
25.763 Jiwa
5.541 Rumah Tangga
3
Limboro
47,55 km2
17.949 Jiwa
4.382 Rumah Tangga
4
Tubbi Taramanu
356,95 km2
20.270 Jiwa
4.534 Rumah Tangga
5
Alu
228,30 km2
12.993 Jiwa
2.957 Rumah Tangga
6
Campalagian
87,84 km2
56.605 Jiwa
12.539 Rumah Tangga
7
Luyo
156,60 km2
29.732 Jiwa
6.433 Rumah Tangga
8
Wonomulyo
72,82 km2
49.348 Jiwa
11.927 Rumah Tangga
9
Mapilli
91,75 km2
29.175 Jiwa
6.586 Rumah Tangga
10
125,81 km2
23.804 Jiwa
5.689 Rumah Tangga
11
57,62 km2
23.354 Jiwa
5.242 Rumah Tangga
12
Bulo
229,25 km2
9.630 Jiwa
2.175 Rumah Tangga
13
26,27 km2
61.072 Jiwa
13.267 Rumah Tangga
14
123,34 km2
32.823 Jiwa
7.394 Rumah Tangga
15
124,62 km2
10.253 Jiwa
2.231 Rumah Tangga
16
234,92 km2
5.559 Jiwa
1.302 Rumah Tangga

APBD Polewali Mandar

Kebijakan dan kinerja keuangan pemerintah Kabupaten Polewali Mandar tercermin melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah. Berdasarkan catatan realisasi APBD pada tahun 2017, pendapatan daerah mencapai 1.336.060,59 juta rupiah. Pendapatan tersebut terdiri dari PAD sebesar 208.063,29 juta rupiah, dana perimbangan 958.125,81 juta rupiah dan lain-lain pendapatan daerah yang sah 169.871,49 juta rupiah.

Belanja daerah Kabupaten Polewali Mandar terbagi dalam belanja tak langsung dan belanja langsung. Pada tahun 2017 belanja tak lansung sekitar 734.238,10 juta Rupiah. Sementara belanja langsung sebesar 521.880,16 juta rupiah. Belanja langsung terbagi dalam belanja operasional sebesar 245.429,70 juta rupiah dan belanja modal sebesar 276.450,46 juta rupiah.

Komponen sumber pendapatan daerah yang terbesar pada tahun 2017 adalah Lain-lain PAD yang Sah, yakni sekitar 176.714 juta rupiah. Nilai tersebut lebih sedikit 3,17 persen dari target yang ditetapkan, dimana target sekitar 184.571 juta rupiah. komponen pendapatan yang mencapat target adalah Pajak Daerah. Realisasi Pajak Daerah sebesar 18.756 juta rupiah, sementara target hanya 18.392 juta rupiah.