Beranda Masyarakat & Pendidikan Progres Lembaga Kursus Bahasa Inggris di Batetangnga

Progres Lembaga Kursus Bahasa Inggris di Batetangnga

131
BAGEI TOLAEN !

PATTAE.com | Belajar bahasa inggris sudah menjadi tututan bagi anak bangsa dari dulu terutama yang punya cita-cita keluar negeri untuk belajar, bekerja atau jalan-jalan. Yang tidak punya cita-cita seperti diatas paling tidak punya tuntutan di mata pelajaran di disiplin ilmu masing-masing atau di alat eletronik dan sosial media.

Sejarah Masuknya Lembaga Kursus di Batetangnga

Orang tua saya sudah mengajarkan Bahasa Inggris sejak tahun 1970-an dimana alat elektronik dan sosial media dilingkungan kita belum pamiliar bahkan munkin belum ada. Pada tahun 1990-an sudah ada London Village sebagai tempat belajar Bahasa Inggris di Desa Batetangnga. Sampai saya sekolah di DDI Kanang tahun 2000-an saya sudah ketemu 5 guru alumni pare (kampoeng inggris) dan sempat belajar sama beliau seperti Pak Ahdol.

Tahun 2007 sudah ada English on Weekend untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dengan waktu belajarnya setiap sabtu dan minggu. Mulai dari SD di Eran Batu, Passembarang, Mirring, Sampai Bajoe sudah di adakan English on Weekend oleh GEL (Generation English Lovers), Yang mengambil metode dari beberapa guru di Batetangnga seperti pak syarifuddin, Alimin Wahab, dan metode dari yayasan pinishi Immim di Makassar seperti Tutor (grup-grup kecil dengan masing-masing satu pembimbing) dan game (bermain sambil belajar) dan peserta yang paling maju akan diajarkan to be, simple present dan past.

Jadi pada saat mereka di uji secara lisan, mereka sudah ada yang bisa membentuk kalimat sederhana. Hanya saja metode NLA (Natural Learning Ability) dan CEFR (Common European Frame Work of Reference for languange) belum sempat diketahui. meski begitu GEL masih bisa menumbuhkan minat yang dilihat dari Jumlah peserta sampai seratusan. Berbagai saran dari wali peserta seperti “kenapa pembayarannya terlalu murah” komentar seperti ini bagi GEL dinilai sebagai antusias orang tua mendukung anaknya agar english on weekend tetap berjalan namun jumlah anggota yang terbatas.

Permintaan peserta dari tingkat SLTA dan SMA jelas membuat Anggota GEL kewalahan yang hanya berjumlah belasan orang, inisiatif Adnan Nota selaku kepala sekolah MA DDI Kanang akhirnya english camp diadakan di hari libur ramadhan dengan bantuan dari guru-guru bahasa inggris dan alumni kampung inggris.

Pada akhirnya generasi GEL hanya bertahan sampai 2011. Berdirinya Leon CS tahun 2012 sebagai lembaga kursus telah menunjukkan bahwa peminat bahasa inggris terlihat semakin banyak bukan hanya anak-anak tapi guru-guru dari Desa Batetangnga dan luar Batetangnga seperti Dosen saya di UNASMAN yang belajar di Leon CS.

LEON-CS adalah lembaga kursus paling maju di desa Batetangnga dengan metode Natural Learning Ability (NLA) dan Common European Framework of Reference for language (CEFR), dan telah mencetak banyak kader pelatih bahasa inggris dan jumlah peserta mencapai 300 lebih permusim, dan yang paling menarik adàlah kelompok belajar MTS DDI Kanang Mario EngLish sebagai wadah belajar dan menyelesaikan persoalan bahasa bersama. Ini hampir sama dengan GEL tapi anggotanya saat itu adalah tingkat Sekolah Menenga Atas dari Madrasah Aliyah Kanang maupun beberapa sekolah menengah atas dari luar batetangnga.

Beberapa sekolah yang memiliki kegiatan ekstra kurikuler Bahasa Inggris secara rutin saat itu adalah pondok pesantren Al-Wasilah di Lemo Baru, beberapa pasilitas seperti asrama kosong saat libur panjang biasa digunakan oleh GEL dan beberapa guru bahasa inggris di kampung Lemo untuk mengadakan english camp, hanya saja masih kekurangan tenaga pengajar. dan kegiatan english camp terahir yaitu mendatangkan instruktur Bahasa Inggris dari luar seperti Pak Yusuf, yang sekarang menjadi Dosen UMPAR (Univeraitas Muhammadiya Pare-pare).

Bahasa Inggris

Belajar Bahasa Inggris sekarang ini sangatlah muda karena tidak perlu jauh-jauh cukup datang di desa Batetangnga terutama pada hari-hari libur. Kalau melihat potensi jumlah tenaga instruktur yang ada, dan minat para peserta dari Batetangnga yang perna belajar di Batetangnga, penerapan english as a second languange (ESL) yaitu bahasa inggris sebagai bahasa kedua bahkan sudah bisa diterapkan Bagi masyarakat Batetangnga. Menurut saya ini akan berpengaruh positif terhadap tumbuhnya potensi Sumber Daya Manusia yang luar biasa dan menjadi keuntungan berbagai pihak.

Namun, ESL hanya akan bisa diwujudkan oleh dukungan semua pihak. dalam jurnal salah seorang peneliti perkembangan ESL di daerah pedesaan Pakistan menemukan bahwa biasanya orang Pakistan tidak percaya diri saat ber Bahasa Inggris dengan sesama penduduk Pakistan, ini terjadi pada mayoritas Penduduk yang tidak pernah belajar Bahasa Inggris sejak kecil. Ini adalah penomena yang sama biasa saya temukan saat mengajar Bahasa Inggris di Batetangnga, seharusnya kita tidak malu karena kita hanya belajar bahasa yang memang bukan Bahasa kita. Belajar Bahasa Inggris dengan cara ber-Bahasa Inggris adalah hal yang paling nyata manfaatnya.

Teknik Belajar Bahasa Inggris

Seorang tokoh CEFR (Common European Framework of Reference for languange) mengatakan bahwa “we need Knowledge and understanding”. Bahasa inggris adalah alat komunikasi, maka tidak cukup hanya dengan menghapal dan tau rumus tapi harus dipraktekkan agar bisa dipahami tidak dengan letterlet. Atau terjemah-menerjemahkan dan mencari rumus yg tepat saat berkomunikasi lansung. Begitupun kata Mr. A.J. Hoge seorang pendiri kursus bahasa inggris online bahwa kita harus mendengarkan apa yg mereka dengarkan atau ALM (Audiolingual Method) dan melakukan aktivitas komunikasi supaya lancar tanpa koma yang dibuat-buat.

Salah satu kelebihan praktek langsung adalah lebih muda dan akan tersimpan lama dimemori dibanding hanya dihapal dari buku atau hanya mendengarkan suara karena bercakap lansung akan memancing semua aktipitas panca indera, maka pada saat mengulangi aktipitas komunikasi yang sama, akan keluar secara otomatis dari mulut dan gerakan seperti panca indera akan memperlancar, dan mempertegas sebuah aktipitas komunikasi yang kita lakukan.

Bahasa Inggris hari ini Sudah menjadi sebuah bekal dasar sebagai syarat menjadi masyarakat global, dan bukan tujuan akhir melainkan hanya sebuah alat untuk mendapatkan tujuan. Sala satu kesalahan besar ketika seorang berbakat Bahasa Inggris lantas hanya bisa jadi sarjana Bahasa Inggris padahal masih banyak jurusan lain dimana Bahasa Inggris-nya sangat berguna misalnya pariwisata, Bisnis, lanjut kuliah beasiswa keluar maupun dalam negri.

Mendapat pekerjaan didalam atau diluar negeri dengan gaji yang lebih tinggi, Selain itu, ada banyak buku dan artikel-artikel ilmiah dalam bentuk bahasa ingģris, sosmed dan alat elektronik yang berguna. Kesalahan besar kedua adalah menganggap Bahasa Inggris tidak akan berguna untuknya jadi untuk apa dipelajari. orang yang punya anggapan demikian, adalah ciri-ciri putus asa, dan tidak punya mimpi. seharusnya pemuda punya mimpi seperti kutipan berikut: “Jangan takut bermimpi Karena mimpi adalah tempat menanam benih harapan dan memetakan cita-cita” -Monkey D Luffy (One Piece) orang tanpa mimpi akan kehilangàn semangat untuk berusaha. Kesalahan ketiga adalah tidak melakukan apa-apa melainkan hanya membuàng-buang waktu dengan menghayal sambil menghabiskan rokok sampai sore, sore sampai tengah malam dan tidak ada waktu pagi karna ditukar tengah malam.

Pesan dan Harapan Penulis

Penulis bukanlah seorang yang pandai menulis sehingga tulisan ini menjadi yang kesekian padalahal penulis bermaksud menjadi yang pertama memposting tulisan di website pattae.com dan juga tulisan ini dibuat atas keprihatinan penulis terhadap generasi bangsa terutama beberapa penyesalan yang datang dibelakang karena tidak memanfaatkan berbagai kesempatan yang ada. Belajar bahasa inggris memang tidaklah mudah tanpa disertai kemauan yang kuat seperti kutipan berikut “jangan takut bermimpi Karena mimpi adalah tempat menanam benih harapan dan memetakan cita-cita” -Monkey D Luffy (One Piece), adalah kutipan pembangkit semangat terutama bagi pecinta film one piece.

Ditulis Oleh: Badar (seorang pemerhati Bahasa Inggris di Desa Batetangga)