Gusung Toraja Mendapat Kunjungan 6 Negara Peserta PIFAF

Enam Negara Berkunjung ke Gusung Toraja Binuang
Enam Negara peserta PIFAF Berkunjung ke Gusung Toraja Binuang

Gusung Toraja menjadi Kunjungan Enam negara peserta Polewali Mandar International Folk and Art Festifal (PIFAF). Saat Berkunjung, Meraka melakukan Games and Gatheting di pulau Gusung Toraja, Kecamatan Binuang, Ahad 05/8/2019.

Games and Gathering masuk dalam salah satu item kegiatan PIFAF sebagai ajang promosi potensi wisata yang ada di Polewali Mandar.

”Salah satu tujuan membawa delegasi negara ke Gusung Toraja untuk mengenalkan potensi wisata yang ada di Polman. Sehingga, nantinya setelah mereka pulang bisa menceritakan tentang potensi pariwisata yang ada di Polewali Mandar”. Kata Sukmawati

Tidak hanya itu, Kegiatan tersebut, lanjut Ketua panitia PIFAF 2019, juga menjadi momen beberapa negara peserta PIFAF tuk saling mengenal satusama lain.

“Kita ingin mengenalkan destinasi wisata, dan juga ini sebagai ajang saling mengenal antar negara.” Lanjutnya.

Saat para peserta PIFAF tiba di Gusung Toraja, mereka menikmati suasana pantai berpasir putih tersebut dengan menggunakan Sarung saat bermain dan mandi di pantai.

Hal ini berbeda dengan kebiasaan para turis pada umumnya. Selama ini, biasanya mereka (para turis) memakai kostum terbuka saat berada di pantai.

Panitia PIFAF menyediakan sarung  untuk setiap delegasi yang akan mandi di pantai. Hal ini merupakan bentuk memperkenalkan kebiasaan masyarakat Mandar yang ketika mandi menggunakan sarung atau dalam bahasa Mandar disebut Mippasseq.

“Delegasi negara yang mandi juga menggunakan sarung. Penggunaan sarung sebagai kebiasaan masyarakat (Polewali Mandar) kita tularkan kepada peserta PIFAF.” Jelasnya Sukmawati.

“Dari negara luar, harus menjunjung tinggi nila kearifan lokal daerah.” Tegasnya

Peserta PIFAF asal Slovakia, Patrisia mengaku tidak keberatan menggunakan sarung saat menikmati pantai. Hal itu ia lakukan demi menghargai kebiasaan masyarakat Polewali Mandar.  

“Saya tidak masalah menggunakan sarung karna di sini cuacanya lumayan panas dan kami tau di sini masyarakat yang beragama jadi kami menghargai itu”. Ujar Petrisia peserta asal negara Slovakia.

“Terlebih lagi kami orang pendatang dan ini bukan negara kami jadi kami mengikuti aturan yang ada”. Tambahnya [pattae.com]

Penulis: Echi*
Photografer: Sudirman Syarif

Penyakit demam berdarah menghantui warga Desa Batetangnga
Warga Desa Batetangnga Dihantui Wabah Penyakit Demam Berdarah