Desa Pidara Kena Percikan Manfaat Saat Buntu Liarra Ramai Dikunjungi

Buntulinggi, Sekretaris Desa Pidara
Buntulinggi, Sekretaris Desa Pidara

Desa Pidara merupakan salah satu Desa yang menjadi jalur bagi wisatawan atau pendaki gunung untuk sampai di puncak objek Buntu Liarra. Objek wisata tersebut berada di Desa Balla Tumuka, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa.

Sekretaris Desa (Sekdes) Pidara, Buntulinggi saat ditemui di kediamannya menjelaskan. Ada beberapa potensi yang baik untuk dikembangkan di Desanya. Ia menyebutkan beberapa potensi yang ada di Desa Pidara. Diantaranya adalah, petani jagung, kopi, padi, buah alpokat dan tanaman cengkeh.

“Mayoritas masyarakat disini adalah petani, kemudian potensinya adalah masyarakat bertanam jagung, kopi dan juga padi” Sebut Sekdes Pidara. “Dan sebagian menanam alpokat dan juga cengkeh” lanjut Buntulinggi.

Selain itu ia juga menegaskan. Kerajinan tangan yang dikembangkan oleh masyarakat setempat merupakan salah satu potensi yang menarik di Desa Pidara.

Menurutnya, ada pengaruh yang baik bagi masyarakat setempat saat pengunjung berdatangan untuk naik ke Buntu Liarra. Ia melanjutkan, manfaat tersebut berupa kesempatan buat masyarakat setempat untuk berjualan hasil kerajinan tangan mereka.

Kerajinan tangan yang dimaksudkan oleh Sekretaris Desa Pidara tersebut. Beruapa seni ukir, anyaman tikar, dan pembuatan kain tenun oleh sebagian ibu-ibu di Desa yang lumayan terpencil itu.  

 “Sampai sekarang masyarakat disini masih melakukan anyaman tikar, dan juga sebagian ibu-ibu menenun” Tegas Buntulinggi, (Sekdes Pidara).

Desa yang dipimpin oleh Arianus D tersebut, diketahui memiliki 289 Kartu Keluarga (KK). Dan 1882 jiwa. Buntulinggi melanjutkan, ada delapan Desa yang masuk dalam lingkup Kecamatan Balla. Diantaranya adalah Desa Balla Tumuka, Desa Pidara, Desa Balla Barat, Balla Satanetean, Sepakuan, Desa Bamba Puang, Desa Balla Timur dan Desa Balla.

Buntulinggi saat dimintai informasi seputar Buntu Liarra. Ia tidak terlalu menjelaskan soal sejarah puncak gunung yang menjadi salah satu objek wisata di Kabupaten Mamasa itu.

Pihaknya mengaku, ada yang lebih tahu soal sejarah tentang puncak Buntu Liarra. Yang menjadi primadona untuk para wisatawan yang ingin menikmati pemandangan awan diatas puncak gunung tersebut. [Pattae.com|Iwank*]

Kementrian P3A Melakukan Evaluasi Gerakan PATBM di Kantor Desa Batetangnga