Keseruan Bola Dangdut Menyambut HUT RI Ke 74 di Pappandangan

Peserta Bola Dangdut dari Kalangan Pemuda menggunakan Daster saat bermain
Peserta Bola Dangdut dari Kalangan Pemuda menggunakan Daster saat bermain

Pertandingan Bola Dangdut yang diselenggarakan panitia lokal Desa Pappandangan berlangsung seru. Lomba yang terbilang unik itu merupakan bentuk keikutsertaan masyarakat Pappandangan tuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke 74 tahun.

Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan sepak bola Desa Pappandangan, Kecamatan Anreapi, Polewali Mandar, Selasa 13 Agustus 2019.

Dinamai Bola Dangdut karena dalam pertandingan sepakbola yang mereka mainkan, di suguh kan dengan musik lagu dangdut.

Peserta yanga berpartisipasi pada pertandingan Bola Dangdut tersebut berasal dari 4 (empat) Dusun yaitu Dusun Balla, Paladan, Kanangan, dan Batu. Masing-masing peserta dari Dusun terbentuk dalam satu tim.

Setiap tim dari masing-masing Dusun memiliki anggota sebanyak 5 orang. Kelima anggota tim itu terdiri dari kalangan ibu-ibu dan juga kalangan pemuda.

Mengenai kegiatan Bola Dangdut, Kepala Desa Pappandangan mengatakan, Kegiatan tersebut merupakan sarana olahraga sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat.

“Lomba ini di pilih karena terkendala lokasi, kemudian lomba ini juga menghibur sekaligus bisa langsung di nikmati oleh masyarakat.” Ujar H Makmur

Aturan Permainan Bola Dangdut

Peserta Bola dangdut dari Kalangan Ibu-ibu sedang bermain menggunakan sarung
Peserta Bola dangdut dari Kalangan Ibu-ibu sedang bermain menggunakan sarung

Aturan permainan Bola Dangdut yang telah disusun panitia pelaksana, untuk para ibu-ibu diharuskan menggunakan sarung saat bermain. Sedangkan untuk kalangan pemuda diharuskan menggunakan daster.

Aturan selanjutnya yang harus diikuti para peserta yaitu mengikuti alur musik lagu dangdut yang di putar kan panitia. Saat musik dangdut sedang diputar (play), para permainan sepakbola pun berhenti tuk ber-joget bersama-sama.

Saat lagu dangdut berhenti dimainkan, permainan pun kembali dilanjutkan, dan begitu seterusnya hingga pertandingan dianggap selesai.

Kegiatan yang melibatkan masyarakat antar dusun yang ada di Desa Pappandangan berhasil menghibur masyarakat yang hadir menyaksikan Bola Dangdut tersebut.

Masyarakat yang  hadir antusias menyaksikan pertandingan walau dalam kondisi hujan.  Warga yang berpartisipasi dalam kegiatan Bola Dangdut itu, juga merasa senang karena bisa bermain sambil olahraga.

”Alhamdulillah, saya merasa sangat senang, sekalian olahraga, hujan tidak jadi masalah”. Ungkap Hartini, salah satu warga Dusun Paladan, Desa Pappandangan [pattae.comEchi*]

Organisasi Paguyuban Sebagai Wadah Silaturahmi Etnis Pattae di Kalimantan